Peringati HKGB ke-69, Kapolri: Polri Kuat Karena Didukung Oleh Bhayangkari



Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasinya kepada seluruh Bhayangkari yang telah ikut berjuang dan membantu masyarakat di tengah Pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Sigit dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-69.

Menurut Sigit, di tengah Pandemi Covid-19, Bhayangkari telah membuat beberapa program kerja yang membantu warga. Diantaranya adalah, program orang tua asuh bagi anak korban Covid-19, vaksinasi massal, bakti sosial dan donor darah, bantuan untuk disabilitas, peduli lingkungan, pengembangan UMKM, dan berbagai Webinar yang bermanfaat untuk masyarakat. 

"Penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya, atas berbagai kegiatan dan program kerja Bhayangkari pada masa pandemi Covid-19 kepada masyarakat," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Mantan Kapolda Banten ini mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan oleh Bhayangkari selama ini, sejalan dengan upaya dan kerja keras yang dilakukan oleh Polri terkait dengan penanganan Pandemi Covid-19. 

Oleh karena itu, Sigit menyebut, peran dari Bhayangkari adalah salah satu yang sentral dibalik semangat dan perjuangan dari seluruh personel kepolisian. Pasalnya, Bhayangkari selalu memberikan support dan bantuan untuk kemajuan Polri. 

"Di balik organisasi Polri yang kuat ada organisasi Bhayangkari yang selalu siap mendukung dan membantu serta mensupport organisasi Polri," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Sebagai bagian dari keluarga besar Polri, Sigit menekankan, Bhayangkari harus terus ikut membantu, mendukung, dan saling menguatkan institusi. Meski begitu, Sigit menyebut, hal itu tetap harus berjalan beriringan dengan peran dari Bhayangkari di lingkungan keluarga.

Karena biar bagaimana pun, Sigit menyatakan, peran Bhayangkari sebagai istri dan ibu di keluarga tetap harus menjadi prioritas utama. Sebab itu, Sigit sangat mengapresiasi, sosok Bhayangkari yang mampu menjalankan tugasnya secara beriringan di dalam organisasi dan keluarga. 

Sementara itu, Sigit juga menekankan pentingnya keseimbangan antara bertugas dan menjalani peran di dalam rumah tangga bagi seluruh personel Kepolisian. Menurut Sigit, para suami juga harus menghormati sosok Bhayangkari yang selama ini terus mendoakan dan mensupport dalam menjalankan tugasnya sebagai prajurit Korps Bhayangkara. 

"Jadi tugas pokok sudah jelas mendorong lahir batin organisasi Polri kita harus posisikan hal tersebut sebaik-baiknya," tutup Sigit. (NN95)
Share:

Ngaku Sebagai Staf Khusus 'Wantannas' dan Bisa Masukkan Taruna Akpol, Warga Surabaya Diringkus Polda Jatim




SURABAYA,- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, ungkap penipuan seleksi penerimaan Taruna Akpol Tahun 2021. Pengungkapan ini setelah adanya laporan dari warga Surabaya dan Jember, yang merasa ditipu oleh tersangka.

Atas pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan satu orang tersangka inisial HNA, (40) warga Surabaya. Peristiwa ini sendiri terjadi pada 14 Oktober 2021.

Kombes Pol Gatot Repli Handoko, menjelaskan, bahwa modus tersangka ini menjanjikan kepada korban, dimana dia bisa memasukkan sebagai Taruna Akpol.

"Tersangka ini juga mengaku kepada korban, bahwa dia salah satu anggota dari sebagai staf khusus (stafsus) di Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas)," jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jumat (22/10/2021) siang.

Lanjut Gatot, bahwa tersangka ini sendiri adalah oknum dan bukan bagian dari 'Wantannas'. Sedangkan terkait dengan penipuan yang dilakukan tersangka, sudah banyak laporan yang diterima oleh polda jawa timur.

"Sampai saat ini baru dua korban yang bisa ditindaklanjuti, kemungkinan masih banyak korban lain yang tertipu oleh tersangka," lanjutnya.

Sementara itu Wadirreskrimum polda jatim, AKBP Ronald Purba, mengatakan, tersangka telah melakukan tindak pidana penipuan yang mengaku bisa memasukkan peserta Seleksi Taruna Akpol TA 2021, dengan meminta sejumlah uang.

"Namun setelah uang diserahkan, peserta dinyatakan tidak lulus dan sampai sekarang uang tersebut belum dikembalikan," ungkapnya.

Kronologis pengungkapan ini, bahwa tersangka HNA, mengatakan kepada korban bisa dan sudah sering membantu memasukkan peserta seleksi Akpol. Tersangka HNA meminta sejumlah uang sebagai syarat untuk memasukkan peserta seleksi lulus penerimaan Taruna Akpol tahun 2021.

"Tersangka ini kemudian menjanjikan akan membantu memasukkan anak korban melalui jalur kuota khusus tanpa tes karena tersangka HNA mengaku mempunyai kenalan Pejabat Polri," katanya.

Setelah korban menyetujui, tersangka HNA meminta uang kepada korban secara bertahap. Setelah uang diserahkan, dan menunggu beberapa waktu, ternyata jalur kuota khusus tidak ada kejelasan sehingga peserta seleksi penerimaan Akpol 2021 tersebut tetap tidak masuk atau gagal.

"Kemudian korban meminta seluruh uang yang telah diserahkan kepada tersangka HNA untuk dikembalikan. Setelah itu tersangka HNA memberikan Bilyet Giro, namun setelah dikliringkan terhadap Bilyet Giro tersebut tidak bisa dicairkan karena rekening sudah ditutup," sebut dia.

Atas peristiwa ini, dua korban mengalami kerugian mencapai Rp 2.197.100.000, dengan rincian, korban atas nama NHP menyerahkan uang sebesar Rp 1.085.000.000 dan korban inisial TC, menyerahkan uang sebesar Rp 1.112.100.000.

Dari pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti diantaranya, satu HP, dua lembar tanda terima peserta, beberapa rekening serta bukti transfer, Bilyet Giro No. BM 1543XX tanggal 13 Agustus 2021, Surat Keterangan Penolakan dari Bank BRI tanggal 18 Agustus 2021.

Sedangkan untuk tersangka sendiri akan dikenakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 (empat) tahun. (NN95)
Share:

Peringati Hari Santri Nasional, Polresta Malang Kota Bagi - bagi Sembako ke Ponpes di Wilayah Kota Malang



MALANG - Dalam rangka memperingati dan merayakan hari Santri Nasional 2021 Polresta Malang Kota membagikan paket bantuan sembako dan beras. 

Kegiatan di awali dengan Apel bersama di halaman Polresta Malang Kota yang di ikuti oleh PJU,Anggota Bhabinkamtibmas dan perwakilan santri  yang nampak hadir di tengah-tengah barisan. 

Mengusung tema peringatan hari santri Nasional 2021 yakni Santri Siaga Jiwa dan Raga,di harapkan para santri dapat terus memberikan kontribusi positif di setiap kegiatan terutama dalam masa pandemi Covid-19 yang masih melanda bangsa Indonesia. 

Dalam sambutannya Kapolresta Malang Kota Akbp Budi Hermanto menyampaikan ucapan selamat sesuai dengan Keppres No 22 tahun 2015 yang mana setiap tanggal 22 Oktober 2021 di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional. 

"Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kontribusi,upaya dan kerja keras para santri sudah cukup panjang perjalananya bahkan sebelum era kemerdekaan 1945 turut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia,"tutur AKBP Budi Hermanto ( Buher), di Mapolresta Malang Kota, Jumat (22/10/21). 

Bahkan hingga kini lanjut Buher, para santri senantiasa berperan penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, seperti saat pandemi sekarang. 

"Ponpes sangat berperan aktif dalam rangka menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dan percepatan pelaksanaan vaksinasi Nasional yang mana di harapkan dapat mempercepat penanganan Covid 19," tambah Buher. 

Sesaat setelah apel hari santri Nasional selesai, Akbp Buher bersama Wakapolresta dan PJU Polresta Malang Kota melepas keberangkatan kendaraan Bhabinkamtibmas Polresta Malang Kota yang di gunakan untuk mendistribusikan bantuan sembako di wilayah Kota Malang. 

Sebanyak 2 Ton 750 Kilogram beras dan 275 paket sembako dari J99 Foundation di sebar ke 10 Ponpes yang berada di Wilayah Kota Malang. 

Di akhir acara Akbp Buher berpesan agar para santri dapat menjadi role mode dalam penerapan Protokol Kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dan berperan aktif dalam percepatan vaksinasi Nasional. (NN95)
Share:

Argo : Sebelum Dilantik, Komjen Paulus Sudah Pamit dan Menyerahkan Jabatannya ke Kapolri


JAKARTA - Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Pol Paulus Waterpauw resmi dilantik menjadi Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (21/10/2021). 

Paulus menggantikan Boytenjuri. Putra asli Papua itu resmi ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menduduki jabatan baru sebagai Deputi BNPP Depdagri yang tertuang dalam surat keputusan Presiden Indonesia Nomor 147/TPA tahun 2021 tentang pemberhentian dan pengangkatan pimpinan tinggi madya di lingkungan BNPP.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyampaikan, sebelum dilantik, Komjen Paulus sudah pamit dan menyerahkan jabatannya sebagai Kabaintelkam kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. 

Hal ini sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 849 Tahun 2015 tentang Status Jabatan di Lingkungan Polri. "Nah, Kabaintelkam yang telah menyerahkan tugasnya ke Kapolri maka secara otomatis tugas dan tanggung jawabnya dilaksanakan oleh Wakabaintelkam," kata Argo dalam keterangannya, Kamis (21/10/2021). 

Komjen Paulus Waterpauw merupakan jebolan Akpol 1987. Seiring 38 tahun pengabdiannya di kepolisian, Paulus akan memasuki pensiun pada 1 November 2021. 

Menurut Argo, Mabes Polri dalam hal ini Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) masih memproses siapa yang akan menggantikan posisi Komjen Paulus secara definitif. "Siapa pengantinya masih menunggu proses di Wanjakti," tutup Argo. (NN95)
Share:

Forkopimda Dampingi Kunjungan Wakil Presiden RI di Jatim




TULUNGAGUNG - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, dampingi Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin dalam rangka Kunjungan Kerja di sejumlah daerah di Jawa Timur, pada Kamis (21/10/2021).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, mendampingi Kunjungan Kerja Wapres K.H Ma’ruf Amin di Jatim, dianyaranya melakukan pengecekan vaksinasi massal, kepada santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah dengan target 15.000 dosis.

Wapres K.H Ma’ruf Amin dan Forkopimda Jatim juga menyapa alumni Pondok Pesantren Salafiyah secara virtual, yang juga sedang melaksanakan vaksinasi masal. 

Kegiatan Vaksinasi kali ini dilaksanakan mulai tanggal 21 Oktober sampai dengan 3 November 2021, dengan capaian target vaksin sebanyak 15.000 dosis, didukung vaksin dari dinkes, kodim maupun Polres Situbondo dan dukungan tenaga kesehatan jumlah 100 personel. 

Kegiatan dilanjutkan dengan ziarah Makam Pahlawan Nasional KHR. As’ad Syamsul Arifin, Jl. KHR. Syamsul Arifin, Sukorejo, Sumberejo, Kec. Banyuputih, Kabupaten Situbondo.  

Selain itu, Wapres juga berkesempatan memberikan orasi ilmiah, dalam rangka wisuda ke-XXX, Universitas Ibrahimy Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. 

Usai melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Situbondo, Wapres beserta Forkopimda Jatim menuju Kabupaten Banyuwangi, dengan melakukan peninjauan pelayanan publik Online Single Submission (OSS) berbasis resiko, di Mall Pelayanan Publik, kabupaten Banyuwangi. 

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah daerah dan pelaku usaha tentang system OSS perizinan berusaha berbasis resiko, pasca disahkannya Undang - Undang Cipta Kerja dengan memberikan kemudahan proses perizinan berusaha easy doing business, sebagai bentuk upaya untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan berusaha di daerah, serta menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan investasi di kabupaten Banyuwangi. 

Kegiatan dilanjutkan dengan Peninjauan Lounge Pelayanan Publik Pemerintah kabupaten Banyuwangi, diharapkan para tamu yang datang ke kabupaten Banyuwangi, dapat mempermudah akses data bagi para tamu. Mulai dari program - program Pemkab Banyuwangi, hingga tampilan CCTV yang mengkoneksikan antara Pemkab dengan berbagai dinas terkait. 

Selanjutnya, Wapres beserta Forkopimda lanjut meninjau rumah kreatif di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kabupaten Banyuwangi. Di rumah kreatif ini telah dilakukan pelatihan kepada buruh migran dan masyarakat difable, dengan tujuan untuk meningkatkan kecakapan dan kemampuan kerja mandiri, kewirausahaan dan manajemen para penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat mengidentifikasi peluang usaha dan memulai usaha mereka sendiri. 

Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menghidupkan kewirausahaan sebagai strategi dalam penciptaan lapangan kerja. 

Dalam kesempatan ini, Wapres K.H Ma’ruf Amin menyampaikan, Indonesia butuh hal seperti inilah yang kita harapkan, setiap kabupaten di Jawa Timur punya mall pelayanan publik dan pusat - pusat pelatihan pemberdayaan masyarakat. 
 
"Saya lihat, saya dengar tadi ada pasar pelayanan publik di tempat-tempat atau kampung nelayan. Sehingga mereka di dalam mengurus segala persoalan tidak harus datang ke kabupaten, mereka di tempatnya disana sudah bisa. Jadi ini mempercepat, memperpendek, mempermudah dan juga menghindarkan adanya pungutan liar," kata Wapres saat meninjau rumah kreatif. 

"Lalu yang saya temukan juga, yang menjadi masalah kita yaitu mengenai satu data, misalnya data-data UMKM, data-data orang miskin, data-data siapa yang harus memperoleh bansos ternyata sudah di Lounge pelayanan publik itu datanya sudah ada," tambahnya. 

Lebih lanjut Wapres menjelaskan, ini kita Indonesia sedang menuju satu data yang kita sebut dengan validasi data. Kalo ada program baik yang sifatnya itu bantuan sosial atau pemberdayaan bisa tepat sasaran. 

"Selain itu, pemberdayaan difabel dan buruh migran ini menjadi program kita, bisa merobah mindsetnya untuk berkarya di kampungnya sendiri," ujarnya. 

"Saya harapkan seperti ini semua di indonesia kita punya, pelayanan publik dan pusat - pusat pelatihan pemberdayaan masyarakat," pungkasnya Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin.(NN95)
Share:

Kapolri Tegaskan Soliditas dan Sinergitas TNI-Polri Akan Wujudkan Kekebalan Komunal



JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau secara langsung kegiatan vaksinasi, bakti sosial, dan Launching desa 100 persen kekebalan komunal yang diselenggarakan oleh Akabri 1999 Peduli di Gedung Satya Haprabu Korps Brimob Polri, Depok, Rabu (20/10/2021).

Sigit menyampaikan apresiasi kepada alumni Akabri 1999 yang menggelar akselerasi vaksinasi guna mewujudkan kekebalan komunal terhadap Covid-19. Menurut Sigit, sinergitas dan soliditas TNI-Polri adalah kunci untuk mewujudkan hal tersebut. 

"Semua bisa berjalan apabila soliditas dan sinergitas bisa kita bangun dan pertahankan. Saya sampaikan terima kasih Akabri 99 yang telah menunjukan kekompakkannya untuk bekrontribusi. Ini tradisi baik yang harus dilanjutkan," kata Sigit dalam tinjauannya. 
 
Mantan Kapolda Banten ini memaparkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan kepada jajaran TNI-Polri dan lapisan masyarakat lainnya untuk terus membantu Pemerintah dalam urusan vaksinasi. Kerja keras dengan saling bergandengan tangan itu, kata Sigit, untuk mewujudkan target vaksinasi sebesar 70 persen, dengan target harian dua juta dosis per hari. 

"Sebagaimana kita ketahui bahwa Pemerintah dalam hal ini Pak Presiden terus mendorong, untuk kita semua khususnya TNI-Polri untuk bisa bantu kerjasama dengan seluruh stakeholder wujudkan vaksinasi, dengan target dua juta dalam waktu satu hari," ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

Sigit pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TNI, Polri, relawan, Pemda, tenaga kesehatan dan unsur masyarakat lainnya, lantaran target vaksin dua juta per hari telah terwujud. Meski begitu, Ia meminta agar terus berusaha maksimal dalam melakukan akselerasi vaksinasi.

"Tentunya pencapaian 2 juta satu hari dalam kurun waktu itu kurang lebih satu bulan ini ada 4 kali. Tanggal 14 kemarin kita sudah masuk di angka 2.250.000. Jadi ini adalah keberhasilan kita semua. Ini tentunya harus kita lanjutkan target pencapaian karena memang harapan Pak Presiden, bagaimana kita mewujudkan vaksinasi 70 persen masyarakat," Ucap Sigit.

Sigit menyatakan, dengan adanya progres tersebut, saat ini Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara dalam hal pencapaian pengendalian laju pertumbuhan virus corona. 

Lebih dalam, Sigit menyatakan, dengan adanya pengendalian Covid-19 tersebut, Indonesia telah mampu menyelenggarakan event nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua beberapa waktu lalu. Sehingga, Sigit menyakini bahwa, Indonesia juga akan siap menghadapi agenda internasional yang akan berlangsung di negeri ini. 

"Saat ini kita sudah mulai laksanakan kegiatan bersifat nasional. Beberapa waktu lalu di Papua, bulan November akan ada kegiatan internasional yaitu Superbike. Setelah itu ada kegiatan lain yang bersifat internasional di Bali dan juga kegiatan G-20. Ini semua bisa terlaksana apabila laju pertumbuhan Covid-19, bisa kita tanggulangi kendalikan dengan baik," papar Sigit.

Sebab itu, Sigit berharap, percepatan vaksinasi akan terus dilakukan secara maksimal kedepannya. Pasalnya, vaksinasi menjadi salah satu kunci untuk mendukung segala kegiatan yang diselenggarakan di Indonesia. 

Selain vaksinasi, menurut Sigit, laju pertumbuhan virus corona dapat dicegah melalui dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara kuat. Apalagi, saat ini Pemerintah telah menurunkan level asesmen di beberapa wilayah Indonesia.

Dengan menurunkan level itu, Sigit menjelaskan, tentunya akan diiringi dengan pelonggaran aktivitas masyarakat di sentra ekonomi hingga diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Jika hal itu tak diiringi dengan prokes yang kuat, maka potensi laju pertumbuhan Covid-19 bisa kembali mengalami peningkatan. 

"Kuncinya adalah bagaimana akselerasi vaksinasi bisa kita laksanakan di akhir tahun untuk pencapaian target yang ada. Dan tentunya bagaimana menjaga masyarakat agar tetap laksanakan prokes. Sehingga para saat mulai dikendorkan dengan beberapa asesmen level yang diturunkan dimana kemudian terjadi peningkatan aktivitas masyarakat, maka laju pertumbuhan penularan bisa dikendalikan. Dengan laksanakan prokes secara kuat, itu kita pertahankan," tutur Sigit.

Untuk diketahui, kegiatan Akabri 1999 Peduli ini diselenggarakan secara serentak di 34 Provinsi di seluruh Indonesia mulai tanggal 6 sampai dengan 20 Oktober 2021 dengan beberapa agenda kegiatan yaitu vaksinasi, bakti dosial dan launching desa 100 persen kekebalan komunal.

Acara ini juga sekaligus melaunching program Desa 100 persen kekebalan komunal dan Madrasah Presisi Raudatussibiyan. Serta penyerahan bantuan dua unit mobil kepada Guru Madrasah Presisi Raudatussibiyan. (NN95)
Share:

Komnas HAM Apresiasi Keterbukaan Polri Tangani Kasus di Tanah Air

 


JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengapresiasi keterbukaan yang dilakukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menangani sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik di Tanah Air. Bahkan, penindakan yang dilakukan Polri tidak hanya sebatas sidang etik terhadap anggota yang melanggar tapi juga sudah sampai pada penindakan hukum.
 
“Secara umum saya melihat tingkat kepercayaan publik terhadap pengawasan internal kepolisian sudah semakin bagus dan membaik,” kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam diacara penguatan pengawasan HAM di Tanah Air antara Polri dan Komnas HAM di Jakarta, Selasa (19/10/2021).
 
Pihak Mabes Polri diwakili oleh Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.  Kedatangan Ferdy Sambo sekaligus untuk meningkatkan dan memperbaiki kinerja di institusi Bhayangkara, termasuk memperbaiki sejumlah kekeliruan yang mungkin saja dilakukan aparat kepolisian kepada masyarakat saat bertugas di lapangan.
 
Menurut Anam, Polri melalui Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo tidak hanya menyampaikan perkembangan terbaru berbagai kasus yang sedang ditangani, termasuk pula fakta dan langkah penanganan selanjutnya. Dikatakannya, keterbukaan yang dilakukan Polri penting untuk saling membangun akuntabilitas kedua institusi (Polri dan Komnas HAM) dalam mengawasi jalannya penegakan hak asasi manusia di Tanah Air. "Ini merupakan suatu semangat yang bagus dan kami apresiasi serta menghormatinya," ujar Anam.
 
Dia mengatakan Komnas HAM menyambut baik keterbukaan yang dilakukan oleh Polri. Sebab, hal itu menjadi salah satu kunci untuk memastikan pelayanan oleh negara semakin bagus. “Dalam konteks Komnas HAM, ini bagian dari akuntabilitas dan bagi kepolisian ini adalah program presisi," tandasnya.
 
Pada pertemuan tersebut, Anam juga menyampaikan bahwa Polri menerangkan perkembangan terbaru berbagai kasus yang sempat viral di Indonesia. "Kami diberi update kasus Tangerang, kasus di Luwu dan sebagainya," tutupnya.
 
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo menegaskan bahwa komitmen Polri untuk tetap menjaga penegakan HAM dalam pelaksanaan tugas serta wewenang yang dilakukan setiap anggota di lapangan. Hal itu sejalan dengan gagasan yang diusung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan (presisi).
 
Di samping itu, reformasi di tubuh Bhayangkara juga masih terus berjalan. Hal itu terutama dilakukan di internal Polri. Untuk mencapai reformasi yang didambakan, Polri terbuka dan menerima setiap masukan dari semua pihak guna memperbaiki internal kepolisian. "Dengan demikian diharapkan polisi semakin transparan, akuntabilitas dan profesional dalam melaksanakan tugas kepada masyarakat," ujarnya. (NN95)
Share:

Kapolri : Jangan Anti-Kritik, Lakukan Introspeksi Untuk Jadi Lebih Baik




Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh jajarannya untuk tidak bersikap anti-kritik atas masukan dari masyarakat terhadap institusi Polri. Menurutnya, hal itu harus dijadikan bahan evaluasi untuk jauh lebih baik lagi. 

Hal itu disampaikan Sigit saat memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran Kapolda dan Kapolres melalui Vicon di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/10).

Sigit memastikan, Polri lembaga yang terbuka, sehingga tidak anti-kritik, apalagi masukan yang sifatnya membangun untuk menjadikan lebih baik lagi kedepannya. 

"Jangan anti-kritik, apabila ada kritik dari masyarakat lakukan introspeksi untuk menjadi lebih baik," kata Sigit.

Sementara itu, Sigit juga menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugasnya. 

Sigit menekankan kepada seluruh Kapolda dan Kapolres untuk tidak ragu memberikan sanksi tegas berupa pidana atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada personelnya yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan. 

"Perlu tindakan tegas jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, PTDH, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada Kasatwil yang ragu, bila ragu, saya ambil alih," ujar Sigit.

Menurut mantan Kapolda Banten ini, perbuatan oknum anggota kepolisian telah merusak marwah dari institusi Polri. Hal itu juga telah menciderai kerja keras dan komitmen dari personel Korps Bhayangkara yang telah bekerja secara maksimal untuk masyarakat. 

Sigit mencontohkan kerja keras dan perjuangan anggota Polri yang positif adalah dengan berjibaku melakukan penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19. Diantaranya, memastikan penyaluran bansos tepat sasaran, melakukan akselerasi vaksinasi dan memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan baik. 

Oleh karena itu, Sigit berharap dengan adanya tindakan tegas kepada oknum polisi yang melanggar aturan dapat memberikan efek jera. Mengingat, kelakuan dari oknum tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, yang selama ini telah mendapatkan tren positif.

"Saya tidak mau kedepan masih terjadi hal seperti ini, dan kita harus melakukan tindakan tegas. Karena kasihan anggota kita yang sudah kerja keras, yang cape yang selama ini berusaha berbuat baik, terus kemudian hancur gara-gara hal-hal seperti ini. Tolong ini disikapi dengan serius, kemudian lakukan langkah-langkah konkret yang baik," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Disisi lain, Sigit memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini telah berjuang dan bekerja keras yang menjaga nama baik institusi, serta bekerja untuk kepentingan Bangsa Indonesia. Ia berharap, perilaku oknum tersebut tak mengendorkan semangat personel yang telah bekerja baik selama ini. 

"Saya berikan apresiasi atas kerja keras, tetap semangat dan yakini apa yang dilakukan dilapangan benar sesuai SOP. Namun bila ada kesengajaan dan pelanggaran dari oknum yang bisa menjatuhkan marwah institusi, maka saya minta tak ada keraguan untuk memberikan tindakan tegas," ucap Sigit.

Oleh karena itu, Sigit menegaskan, kedepannya seluruh jajaran Polri harus mampu membaca situasi kapan harus mengedepankan pendekatan humanis, dan kapan harus melakukan tindakan tegas. 

"Jadi lakukan langkah-langkah kapan rekan-rekan harus humanis, kapan rekan-rekan laksanakan langkah-langkah tegas dilapangan sebagaimana SOP yang berlaku. Itu semua ada ukuran," tutur Sigit.

Sementara itu, Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan masukan dan kritiknya. Menurutnya, semua aspirasi tersebut akan dijadikan bahan evaluasi demi kebaikan dan kemajuan Polri. (NN95)
Share:

Kapolri : Jangan Ragu Pecat dan Pidanakan Anggota Yang Melanggar!



JAKARTA  - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugasnya. 

Sigit menekankan kepada seluruh Kapolda dan Kapolres untuk tidak ragu memberikan sanksi tegas berupa pidana atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada personelnya yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan. 

"Perlu tindakan tegas jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, PTDH, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada Kasatwil yang ragu, bila ragu, saya ambil alih," kata Sigit dalam arahannya kepada jajaran melalui Vicon di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/10).

Menurut mantan Kapolda Banten ini, perbuatan oknum anggota kepolisian telah merusak marwah dari institusi Polri. Hal itu juga telah menciderai kerja keras dan komitmen dari personel Korps Bhayangkara yang telah bekerja secara maksimal untuk masyarakat. 

Sigit mencontohkan kerja keras dan perjuangan anggota Polri yang positif adalah dengan berjibaku melakukan penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19. Diantaranya, memastikan penyaluran bansos tepat sasaran, melakukan akselerasi vaksinasi dan memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan baik. 

Oleh karena itu, Sigit berharap dengan adanya tindakan tegas kepada oknum polisi yang melanggar aturan dapat memberikan efek jera. Mengingat, kelakuan dari oknum tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, yang selama ini telah mendapatkan tren positif.

"Saya tidak mau kedepan masih terjadi hal seperti ini, dan kita harus melakukan tindakan tegas. Karena kasihan anggota kita yang sudah kerja keras, yang cape yang selama ini berusaha berbuat baik, terus kemudian hancur gara-gara hal-hal seperti ini. Tolong ini disikapi dengan serius, kemudian lakukan langkah-langkah konkret yang baik," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Disisi lain, Sigit memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini telah berjuang dan bekerja keras yang menjaga nama baik institusi, serta bekerja untuk kepentingan Bangsa Indonesia. Ia berharap, perilaku oknum tersebut tak mengendorkan semangat personel yang telah bekerja baik selama ini. 

"Saya berikan apresiasi atas kerja keras, tetap semangat dan yakini apa yang dilakukan dilapangan benar sesuai SOP. Namun bila ada kesengajaan dan pelanggaran dari oknum yang bisa menjatuhkan marwah institusi, maka saya minta tak ada keraguan untuk memberikan tindakan tegas," ucap Sigit.

Oleh karena itu, Sigit menegaskan, kedepannya seluruh jajaran Polri harus mampu membaca situasi kapan harus mengedepankan pendekatan humanis, dan kapan harus melakukan tindakan tegas. 

"Jadi lakukan langkah-langkah kapan rekan-rekan harus humanis, kapan rekan-rekan laksanakan langkah-langkah tegas dilapangan sebagaimana SOP yang berlaku. Itu semua ada ukuran," tutur Sigit.

Sementara itu, Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan masukan dan kritiknya. Menurutnya, semua aspirasi tersebut akan dijadikan bahan evaluasi demi kebaikan dan kemajuan Polri. 

Sigit memastikan, Polri lembaga yang terbuka, sehingga tidak anti-kritik, apalagi masukan yang sifatnya membangun untuk menjadikan lebih baik lagi kedepannya. 

"Jangan anti-kritik, apabila ada kritik dari masyarakat lakukan introspeksi untuk menjadi lebih baik," tutup Sigit. (NN95)
Share:

Ditresnarkoba Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Sabu Seberat 6 Kilo dari Malaysia



SURABAYA,- Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur, berhasil meringkus dua orang kurir Narkoba jenis sabu seberat 6 (enam) kilogram jaringan Madura.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko, menjelaskan, pengungkapan ini hasil dari kolaborasi antara Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya dan Ditresnarkoba Polda Jatim.

Kejadian berawal dari adanya informasi dari bea cukai, bahwa adanya barang yang dicurigai dan diduga Narkotika.

"Dari hasil penyelidikan dan pengembangan di lapangan, tim berhasil mengamankan dua orang tersangka inisial LK dan ZN," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Selasa (19/10/2021) siang.

"Untuk tersangka LK dan ZN, keduanya warga Dusun Karang Kokap, Kelurahan Sruni, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember. Sedangkan tersangka ZN lahir di Sampang, Madura," sambung dia.

Dari Interogasi terhadap kedua tersangka, bahwa barang haram ini berasal dari Malaysia, namun ini jaringan Sokobanah Madura. Kepada keduanya, akan dikenakan Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 122 Ayat (2) Jounto Pasal 132 Ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara itu AKBP Samsul Makali, selaku Kabag Bin Ops Ditresnarkoba Polda Jatim, menjelaskan, barang ini dikemas melalui paket yang kemudian dicurigai oleh pihak bea cukai. Dari sana akhirnya dikembangkan dan akhirnya diungkap dan menangkap kedua kurir sabu.

"Pengakuan dari kedua tersangka mereka baru melakukan dua kali, dan untuk keduanya mereka ini sebagai kurir," jelas AKBP Samsul Makali, selaku Kabag Bin Ops Ditresnarkoba Polda Jatim.

Rencananya, barang haram ini akan dikirim ke Madura dan Jember, sedangkan sekali pengiriman sebanyak 6 kilo. "Untuk 1 kilo sabu yang berhasil dikirim tersangka mendapat Rp 1 juta," pungkasnya.

Sampai saat ini, anggota masih memburu tersangka lain inisial SY, yang sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) yang menyuruh kedua tersangka mengambil paket sabu tersebut. (NN95)
Share:

PD Bhayangkari Launching Aplikasi Balanjha.com, Kapolda Jatim Harap Dapat Dongkrak Ekonomi Sektor UMKM



Surabaya -  Upaya dalam mendongkrak perekonomian di Jawa Timur, Pengurus Daerah Bhayangkari Jatim dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-69 Tahun 2021 menggelar Bhayangkari Fair yang memerkan produk-produk hasil Usaha Mikro Kecil Menengah dari wilayah Jawa Timur sekaligus melaunching aplikasi marketplace Balanjha.com yang berisi produk-produk UMKM binaan Bhayangkari Jatim, di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Selasa (19/10/2021).

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Timur Ully Nico Afinta, secara resmi membuka pameran tersebut dengan pemotongan pita, sebagai tanda dibukanya pameran UMKM binaan Bhayangkari ini. 

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan. Peserta UMKM ini berasal dari seluruh jajaran satuan wilayah Polres. Produk-produk yang di sajikan disini berupa produk-produk yang dibuat UMKM dalam binaan Bhayangkari.

"Terlihat disini produk yang dipamerkan, diantaranya ada batik, kuliner, makanan ringan, pernak-pernik rumah tangga dan masih banyak lagi. Kemudian ucapan terima kasih kepada seluruh ketua cabang, seluruh peserta yang sudah hadir, dan inovasi yang dilakukan di dalam memperluas pasar dengan menggunakan digitalisasi dan saya yakin nanti dengan nama Balanjha.com ini bisa memperluas pasar bagi UMKM. Karena kita ketahui memang 51% penopang ekonomi di Jawa Timur," paparnya. 

"Saya mengapresiasi atas inisiatif untuk memperluas pasar UMKM ini, ditautkan dan dibuat suatu situs web, yang dinamakan Balanjha.com, sehingga apabila ingin mengetahui produk apa saja yang dijual bisa mengunjungi Balanjha.com, diharapkan dengan adanya aplikasi Balanjha.com ini dapat mendokrak ekonomi di sektor UMKM." jelas Kapolda Jatim. 

Lanjut Kapolda juga menyampaikan, nantinya situs Balanjha.com ini akan ditautkan dengan situs yang telah dimiliki oleh pemerintah Jawa Timur, yaitu Jatim Bejo. 

"Saya sampaikan juga untuk Balanjha.com ini bisa ditautkan dengan web yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Timur, yaitu Jatim Bejo. Singkatan dari (Jawa Timur belanja online). Jatim Bejo ini menghimpun seluruh UMKM di Jawa Timur, sehingga apabila nanti ditautkan tentu juga bisa memperluas pasar, tentunya kalau memperluas pasar akan meningkatkan penjualan dan menggerakkan ekonomi," tandasnya usai melaunching situs belanja online yang dimiliki Bhayangkari daerah Jawa Timur. 

Selain itu, Kapolda menjelaskan ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah ketersediaan produk, supaya nanti kapan saja, dimana saja ketika ditelepon, barangnya ada. Nah ini keberlanjutan dari ketersediaan produksi juga harus dijaga. 

Yang kedua adalah masalah distribusi. Distribusi yaitu apabila orang pesan diantar. Jadi mulai dari penyimpanan sampai barang diterima itu harus kualitasnya terjaga. 

Lalu yang ketiga adalah stabilitas harga. Stabilitas harga ini apabila dalam menentukan harga, itu sudah ada patokannya sehingga orang yang akan membeli itu sudah tahu. 

"Nah tiga hal ini akan mempengaruhi suatu produk, apakah akan nanti diterima atau tidak karena akan meningkat kepercayaannya," tuturnya. 

Kapolda juga menambahkan, di dalam era covid-19 ini, tentunya nanti banyak beberapa aturan-aturan terkait dengan toko-toko yang buka, aplikasi peduli lindungi nanti menjadi suatu aplikasi yang wajib dimiliki oleh setiap UMKM. 

"Sehingga orang yang datang kemudian orang yang bekerja kemudian orang yang berkaitan dengan UMKM, semuanya wajib men-download aplikasi peduli lindungi," pungkasnya.(NN95)
Share:

Kunjungi Pos Sekat Tamanjeka, Kapolda Sulteng Disambut Anak-anak




PALU - Kecintaan masyarakat Poso terhadap sosok Rudy Sufahriadi yang dikenal masyarakat sejak menjabat menjadi Kapolres Poso tahun 2005-2007 masih terlihat jelas,

Hal itu dibuktikan masyarakat khususnya anak-anak, saat Irjen Polisi Rudy Sufahriadi yang juga Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (PJKO) Madago Raya mengunjungi Pos Sekat Tamanjeka Kecamatan Poso Pesisir, Senin (18/10/2021)

Anak-anak warga Dusun Tamanjeka pun begitu mendengar akan kedatangan Kapolda Sulteng, langsung berkumpul di dekat Pos Sekat Tamanjeka untuk melihat dari dekat pimpinan Polda Sulteng yang dicintainya,

Rudy pun begitu melihat keberadaan anak-anak tanpa canggung dihampiri dan diajak cengkerama satu persatu sebagai bentuk kecintaan kepada warga masyarakat Poso

Kasatgas Humas Operasi Madago Raya Kombes Polisi Didik Supranoto mengungkapkan ada dua agenda kegiatan PJKO Madago Raya pada hari ini yaitu mengujungi Pos Sekat Uweralulu dan Pos Sekat Tamanjeka Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso, Senin (18/10/2021)

Didampingi Kepala Operasi Madago Raya Brigjen Polisi Reza Arief Dewanto, Kapolda Sulteng mengecek dari dekat sinergitas TNI POLRI yang sedang bertugas di Pos Sekat sekaligus menyerahkan paket sembako, terang Didik

Mengunjungi dan melihat dari dekat pasukan yang berada di garis terdepan dalam mengamankan masyarakat dari ancaman terror perlu dilakukan agar anggota terus termotivasi dalam melaksanakan tugas, pungkas Didik yang juga Kabidhumas Polda Sulteng. 

Dusun Tamanjeka Desa Masani Kecamatan Poso Pesisir dahulu merupakan basis kelompok radikal yang menamakan diri Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, sehingga tidak sedikit juga warga masyarakatnya ditangkap karena keterlibatan kelompok yang terakhir dipimpin oleh Ali Kalora yang tewas pada tanggal 18 September 2021,

Tetapi berkat kesabaran Satgas Madago Raya dibantu stakeholder lain untuk membina dan menyadarkan masyarakat yang sempat salah langkah tersebut, kini mereka menginginkan terwujudnya masyarakat Kabupaten Poso yang aman dan damai serta menolak segala bentuk paham radikalisme dan intoleransi. (NN95)
Share:

Forkopimda Cek Karantina Atlet PON Kontingen Jatim Sepulang dari Papua




TULUNGAGUNG - Forkopimda Jawa Timur Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Plh Sekda Prov Heru Tjahjono, Ketua rumpun kuratif satgas covid Jatim, dokter Joni Wahyu Hadi didampingi Katua Koni Jatim, Pejabat Utama Kodam V, Pejabat Utama Polda Jatim serta Kapolrestabes Surabaya menyambangi atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) kontingen Jatim, yang berhasil sabet ratusan medali dari berbagai Cabang Olahraga (Cabor), pada Senin (18/10/2021) di tempat karantina.

Pangdam/V Brawijaya dan Kapolda Jatim saat menyapa para atlet, memberikan tawaran kepada para atlet untuk menjadi anggota TNI maupun Polri melalui jalur prestasi. Hal ini disampaikan saat menyambut para atlet di tempat karantina sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing bertemu keluarganya sepulang berlaga di arena PON XX di Papua. 

Pangdam V Brawijaya mengatakan kepada seluruh atlet, bahwa dirinya dan Forkopimda Jatim lainnya  sangat bangga, ini menunjukkan bahwa kita cinta bumi majapahit. ini pembuktian, disamping prestasi yang hebat dan taat dengan peraturan. 

"Terimakaish atas kerjasamanya dari hati yang tulus, pak kapolda menawarkan menjadi anggota Polri, kodam menawarkan menjadi anggota TNI, ini bentuk kami sangat bangga dengan upaya yang dilakukan adik adik sekalian," paparnya Pangdam V Brawijaya di hadapan para atlet. 

Sementara, Kapolda Jatim menambahkan, apresiasi atas pencapaian yang luar biasa kepada seluruh tim, baik Official maupun atlet, karena sudah membawa nama harum Jawa Timur. 

"Saya ingin mengutip subuah kalimat yang sangat baik. 'apa yang kau dapat hari ini, itu karena kemarin dan apa yang kau dapat kemarin itu karena hari ini,' saya menyadari bahwa kalimat itu wujud dari perjuangan, wujud latihan, wujud kekuatan hati, sehingga bisa mencapai prestasi," tandasnya Irjen Pol Nico Afinta saat memberikan sambutan para atlet kontingen Jatim. 

Dengan kalimat tersebut, maka kita mengetahui bahwa keberhasilan, preatasi itu melalui proses. Kapolda melihat, itulah yang dilakukan seluruh kontingen asal Jatim. 

Kedepan Kapolda, Pangdam, dan Sekda Prov Jatim mensupport, dan mendorong apa yang dibutuhkan. Seluruh pelayanan rumah sakit yang dimiliki oleh RS Bhayangkara jajaran polda jatim maupun yang dimiliki oleh Kodam V Brawijaya, untuk para atlet bisa melakukan pemeriksaan dan perawatan bila memerlukan bantuan medis. 

Sementara, Atlet terbaik PON asal Jatim diraih oleh Adinda Larasati Dewi, (21) putri kelahiran Bangkalan, yang berhasil membawa pulang 8 medali emas dan 1 perak di cabor renang. 

"Saya tidak menyangka bisa mencapai terget di perairan terbuka sama renang kolam," ucapnya saat di tempat karantina Jalan Embong Sawo Surabaya. 

Selain itu, saat ditanya tentang tawaran menjadi anggota TNI maupun Polri, ia sangat bersyukur sekali, karena tidak semua orang bisa mendapatkan tawaran seperti ini. 

"Alhamdulillah senang, kan biasanya susah untuk masuk kesana, kalo saya mungkin akan renang dulu, tapi nanti dipikir - pikir lagi," katanya. 

Terkait kunjungan dan pengecekan yang dilakukan Forkopimda Jatim ini, ia mengaku bangga, karena ditelah disambut dari bandara sampai di tempat karantina. (NN95)
Share:

Hari Jadi Kota Batu ke 20, Polres Batu Raih Penghargaan




Polres Batu - Kapolres Batu AKBP I Nyoman Yogi Hermawan menghadiri Upacara dalam rangka Hari Jadi ke - 20 Kota Batu Tahun 2021 di Halaman Balai Kota Among Tani Kota Batu, Minggu (17/10/2021).

Dalam amanat Pelaksanaan Upacara yang dipimpin oleh Walikota Batu Dewanti Rumpoko disampaikan bahwa, penurunan angka covid  seluruh warga Kota Batu dapat menjaga Protokol Kesehatan dan melaksanakan Vaksinasi secara menyeluruh untuk mencegahan penyebaran Covid – 19.

“ Saya menghimbau agar segenap masyarakat tetap menerapkan 6 M sebagai budaya baru yang harus dipatuhi dalam memerangi Covid – 19 ini “, ujarnya.

Dalam kesempatan itu pula , Pemkot Batu memberikan Penghargaan kepada Kapolres Batu AKBP I Nyoman Yogi Hermawan, Pabung Malang - Batu Kapten Czi Widagdo dan Kajari Batu Supriyanto  atas kesuksesan pelaksanaan Vaksinasi kepada masyarakat Kota Batu. 

“ Terima kasih yang sebesar besarnya kepada Polres Batu, Kodim Malang Batu dan Kejaksaan Kota batu yang telah berperan aktif dalam Program Vaksinasi “, tutup Dewanti.

Sebelum upacara berakhir dilanjutkan dengan pemberian penghargaan siswa berprestasi, bantuan sosial masyarakat penyandang disabilitas , warga yang terpapar Covid-19 dan ditutup dengan  penampilan beladiri Karate oleh Siswa Bintara Pusdik Arhanud serta Peresmian Prasasti Gedung Balai Kota Among Tani . ( NN95)
Share:

Satu Bulan 41 Kasus dan 49 Tersangka Serta Tiga Kasus Menonjol Diungkap oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya



TULUNGAGUNG - Menjaga Surabaya tetap aman terus dilakukan Polrestabes Surabaya. Kejahatan pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi fokus pengungkapan. 

Sebanyak 41 kasus 3C, dengan 49 tersangka berhasil diungkap selama Oktober ini. Tidak hanya itu, satu kasus pembunuhan berhasil dipecahkan jajaran Satreskrim Polrestabes Surabaya. Kasus ini dirilis di depan Gedung Anindita Polrestabes Surabaya, Senin (18/10) pagi.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengungkapkan ditengah penanganan Covid-19 pihaknya berhasil mengungkap kasus kejahatan 3C. Pengungkapan dilakukan Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Polsek jajaran. Salah satunya di Jalan Tunjungan, korban mengalami luka di wajah akibat sajam.
Kasus menonjol curas pelaku berkelompok, membagi tugas. Mengepung targetnya dan menghambat laju motor korban. Pelaku menjambret tas korban hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia. Oktober ini, pihaknya juga berhasil mengungkap kasus pembunuhan. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 kemudian mendapat laporan sekitar pukul 12.00 Wib.

"Anggota setelah mendapat informasi kejadian  10 menit kemudian Kapolsek Gununganyar dan anggota di Back Up Jajaran Reskrim Polrestabes Sutabaya datang ke TKP . Akhirnya 3 jam kemudian tersangka berhasil ditangkap. Ini berkat peran serta masyarakat memberi informasi ke Polisi dengan cepat. Kami harap masyarakat tidak segan lapor jika menjadi korban atau menemui gangguan keamanan di Surabaya," harap Kapolrestabes Surabaya saat melaksanakan rilis.

Yusep mengungkapkan, kasus curanmor banyak terjadi di parkiran dan pelaku menggunakan kunci T atau kunci palsu. Untuk curat terjadi di wilayah pemukiman dengan rentang waktu kejadian pukul 03.00-06.00. 

"Kami laksanakan patroli rutin baik fungsi preventif maupun represif. Melibatkan Samapta Polsek maupun Polrestabes Surabaya serta fungsi reserse hingga intelejen. Patroli dilakukan di dalam kota hingga sekat kota untuk membatasi gerak pelaku kejahatan," terangnya. (NN95)
Share:

Satu mobil sapa warga yang antri vaksin, Forkopimda Jatim kompak dan solid



TULUNGAGUNG - Kekompakan serta soliditas Forkopimda Jawa Timur yang terjalin terbukti mampu menurunkan angka covid-19 di Jawa Timur. Terlihat dari asesmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, yang menyatakan bahwa Jawa Timur merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia dengan level 1, asesmen itu diadopsi dari World Health Organization (WHO).

Keberhasilan itu tak luput dari kerjasama semua pihak, baik dari Forkopimda provinsi, Forkopimda Kabupaten /Kota, maupun kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan 3M dan 3T.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar dan Ketua DPRD Jatim Kusnadi selalu mendukung kebijakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dengan gigih melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi dan pendistribusian vaksinasi hingga merata.

Keharmonisan Forkopimda semakin terasa dan terlihat saat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua DPRD Jatim, Pangdam V Brawijaya, Pangkoarmada II dan Kapolda Jatim serta Kabinda jatim,  berkeliling menggunakan mobil yang dikendarai oleh Pangdam V/Brawijaya, dimana ibu Gubernur menyapa warga sambil mengucapkan terima kasih kepada warga jatim yang bersedia datang untuk divaksin di halaman Kodam V/Brawijaya demi terciptanya herd immunity, usai kegiatan upacara HUT TNI tanggal 05 Oktober 2021.

Keharmonisan, kekompakan dan soliditas Forkopimda jatim dalam menangani pandemi Covid-19 ini diyakinkan juga mampu memulihkan situasi Jawa Timur ke depannya, dari sektor sosial dan ekonomi. Sehingga perekonomian masyarakat jawa timur dapat kembali bangkit. (NN95)
Share:

Strategi Vaksin Mobile, Terobosan Baru AKBP Alith Alarino Guna Percepat Vaksinasi di Bangkalan




Polres Bangkalan - Vaksinasi covid-19 terus dikebut oleh seluruh elemen demi mensukseskan program pemerintah menuju Indonesia Sehat. Target herd immunity 80% nasional di akhir tahun harus dikerjakan bersama agar Indonesia bisa segera bebas dari pandemi covid-19 dan menuju endemi. Percepatan inilah yang juga dilakukan oleh Kepolisian Resor Bangkalan dibawah komando AKBP Alith Alarino. S.I.K. 

Terobosan baru pun dilakukan untuk mempercepat proses vaksinasi yang masih belum memenuhi target. Seperti halnya yang dilakukan pada malam hari Jumat (15/10/2021), Polres Bangkalan menggandeng Kodim 0829 melakukan vaksin di Stadion Gelora Bangkalan. Bernama 'Strategi Vaksin Mobile", vaksin ini pun akan berkeliling setiap malam untuk melakukan vaksin bagi masyarakat yang belum divaksin. 

Diawaki langsung oleh dr. Achmad Fauzan Rachman selaku kepala vaksinator Sidokkes Polres Bangkalan, vaksin yang dilakukan malam hari ini mendapat respon positif dari masyarakat yang sedang menghabiskan akhir pekan di Stadion Gelora Bangkalan. Antusiasme masyarakat pun tinggi karena mereka merasa terbantu dengan adanya vaksin di malam hari. 

Hal ini pun diutarakan salah satu warga yang malam ini divaksin mengaku sangat senang karena dengan adanya pelayanan ini bisa membantu tercapainya vaksin tanpa mengganggu jam kerja. "Alhamdulillah senang banget akhirnya ada vaksin keliling di malam hari tepatnya di Stadion Gelora Bangkalan. Ini sangat membantu kami yang bekerja seharian dari pagi sampai sore dan tetap bisa divaksin dimalam hari. Terima kasih Polres Bangkalan. Semangat terus para nakes," ujar salah satu warga sembari memberi semangat. 

Senada dengan antusiasme warga, Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino, S.I.K. menuturkan jika vaksinasi keliling di malam hari merupakan ide baru Polres Bangkalan bersama forkopimda guna mempercepat proses vaksinasi covid-19.

"Ini adalah ide Polres Bangkalan bersama forkopimda dan seluruh stakeholder terkait guna percepatan proses vaksinasi di kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini bernama 'Strategi Vaksin Mobile', yakni vaksin mobil keliling yang menyasar titik titik tertentu seperti fasilitas umum. Tujuannya adalah kami tetap bisa memfasilitasi masyarakat yang tidak bisa divaksin saat pagi hingga sore hari karena bekerja dan kami sediakan vaksinasi keliling setiap malamnya kepada masyarakat. Semoga percepatan menuju herd immunity di kabupaten Bangkalan segera tercapai," ujar AKBP Alith Alarino saat dimintai keterangan di Stadion Bangkalan Jumat malam. (NN95)
Share:

Polres Probolinggo Telah Suntikkan 50.962 Dosis Vaksin Covid-19




PROBOLINGGO, - Polres Probolinggo ikut menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Total 50.962 dosis vaksin Covid-19 yang sudah disuntikkan.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi menjelaskan, total 50.962 dosis vaksin Covid-19 telah disuntikkan, baik dosis pertama dan kedua.

Menurutnya, stok vaksin Covid-19 itu disuplai dari Polda Jatim.
Saat ini, Polres Probolinggo baru saja menerima 4.916 dosis vaksin dari Biddokkes Polda Jatim karena stok sebelumnya sudah habis. 

AKBP Teuku Arsya Khadafi menambahkan, Polres Probolinggo tak hanya mendirikan gerai vaksin Covid-19. Polres Probolinggo telah menyiapkan layanan vaksinasi yang digelar organisasi, yayasan, dan kelompok masyarakat.

"Layanan ini dilakukan demi mendukung percepatan vaksinasi dengan berkolaborasi bersama TNI-Polri dan menggandeng dinas terkait khususnya di Kabupaten Probolinggo sesuai dengan arahan Bapak Presiden dan Bapak Kapolri",  ucap AKBP Teuku Arsya Khadafi dalam acara vaksinasi pelajar serentak yang digelar di Maron Wetan, Jum'at (15/10/2021)

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi juga mengatakan, kelompok masyarakat yang ingin menggelar vaksinasi Covid-19 bisa menghubungi Sidokkes Polres Probolinggo.

"Mari kita bersama sama mendukung program pemerintah untuk mewujudkan herd immunity dan mempercepat capaian vaksinasi di Kabupaten Probolinggo pada khususnya", tutup Kapolres Probolinggo.(NN95)
Share:

Wujudkan Pelayanan Informasi Masyarakat, Kapolresta Malang Kota Dirikan Podcast RAPOPO SIS




MALANG  - Setelah sukses meluncurkan Dispenser Masker yang merupakan kali pertama di Indonesia dengan menggandeng Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang, kali ini Polresta Malang Kota kembali berinovasi meluncurkan salah satu program inovatif sebagai wadah berkomunikasi antara Polresta Malang Kota dengan masyarakat. 

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto, S.I.K., M.Si, mengatakan program dan inovasi yang diresmikan kemarin pada hari Jumat (15/10/21) adalah Podcast “Rapopo Sis” atau “Arema Police Podcast Presisi”. 

Podcast merupakan siaran audio visual yang memiliki kedudukan cukup populer di seluruh dunia. Istilah podcast itu sendiri sering ditemui di berbagai platform digital yang kian familiar beredar luas. 

“Kami dirikan Podcast ini sebagai wadah berkomunikasi antara Polresta Malang Kota dengan seluruh masyarakat,khususnya Malang Raya,”Jelas AKBP Budi Hermanto, Sabtu (16/10). 

Untuk mendirikan Podcast ini, AKBP Buher menyulap ruang digital seluas kurang lebih 50m terletak di lantai dua Polresta Malang Kota menjadi Ruang “Podcast Rapopo Sis”. 

Ruangan tersebut dilengkapi dengan peralatan pendukung operasional selayaknya studio podcast, dengan harapan nantinya Podcast ini dapat memberikan manfaat untuk seluruh masyarakat kota Malang. 

“Semoga bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat Kota Malang, Instansi, lembaga masyarakat, Ormas, kalangan pelajar dan mahasiswa termasuk rekan-rekan media yang ingin menggunakannya,”tutur AKBP budi Hermanto. 

Kapolresta Malang Kota juga berharap nantinya Podcast ini bisa digunakan pula sebagai metode komunikasi dengan tujuan sebagai ajang duduk berembuk bersama guna mencari solusi hambatan yang ada, serta bisa menginspirasi maupun memotivasi. 

“Di studio kita ini nanti kita bisa membicarakan tentang olahraga, hobi, situasi Covid terkini, tokoh, atau kegiatan – kegiatan sosial  kemasyarakatan.  Kami juga menyediakan host presenter Polresta Malang Kota yang siap memberikan himbauan-himbauan kepada masyarakat sesuai kalender Kamtibmas.”pungkas AKBP Buher. 

Untuk diketahui dalam peresmian ruang dan Program Podcat Rapopo Sis diawali dengan pembacaan doa dilanjutkan pemotongan pita secara simbolis dan ditutup dengan pemotongan tumpeng. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Ketua PWI Malang Raya Ir. Cahyono serta dihadiri para perwakilan Pemred media yang ada di Malang Raya, dan PJU Polresta Malang Kota dengan Protokol Kesehatan ketat. (NN95)
Share:

Diduga Sakitnya Kambuh, Warga Sumbergempol Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kamar




TULUNGAGUNG - Diduga penyakitnya kambuh, seorang pria ditemukan meninggal dunia didalam kamarnya di Dusun Krajan Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung, Jum’at (15 oktober 2021) sekira pukul 18.00 wib.

Dari hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan terhadap tubuh korban yang berinisial IA (52).
Selain itu, kelopak mata korban pucat dan berbintik. Menurut keterangan petugas Puskesmas, korban memiliki riwayat sesak nafas dan diabetes.

Kapolsek Sumbergempol AKP I Nengah Suteja, SH melalui Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nenny Sasongko, SH mengatakan, menurut keterangan saksi berinisial ES, sebelumnya, ia mencoba menghubungi telepon korban, namun tidak mendapat jawaban.
“Karena tidak mendapat respon, saksi berinisiatif mendatangi rumah korban. Setelah diketuk beberapa kali, namun tidak ada respon akhirnya saksi mengintip melalui jendela kamar korban,” terang Nenny, Sabtu (16/10/2021).

Saat itulah, saksi melihat korban dalam posisi telentang dan tidak bergerak. Selanjutnya, saksi memanggil warga yang lain untuk mendobrak pintu kamar korban. Dan ternyata, korban sudah tidak bernyawa lagi.

“Mendapati hal tersebut, saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sumbergempol dan diteruskan ke tim inafis Polres Tulungagung,” lanjut Kasi Humas Polres Tulungagung.

Setelah menjalani visum luar, pihak keluarga tidak berkenan dilakukan otopsi dan menerima meninggalnya korban karena sakit yang dideritanya kambuh. (Red)
Share:

Tingkatkan Kepatuhan Prokes, Tim Gabungan Polres Tulungagung dan Satgas Covid 19 Menggelar Patroli Skala Besar



TULUNGAGUNG - Polres Tulungagung bersama Kodim 0807 dan Satpol PP Kabupaten Tulungagung menggelar Patroli Skala Besar dalam rangka pendisiplinan Penerapan protokol kesehatan di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Sebelum patroli, dilaksanakan apel bersama didepan Pendopo Tulungagung dipimpin Padal IPDA Agus, Jumat (15/10/2021) malam.

Perwira pengendali lapangan (Padal) saat mengambil apel Kepada petugas gabungan menyampaikan, dalam tugas pendisiplinan agar lebih humanis dan mengutamakan sosialisasi serta penyadaran kepada masyarakat tentang disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Terkait patroli Skala Besar dan operasi yustisi yang terus digelar, Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto, SIK, SH, MH melalui Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nenny Sasongko, SH menegaskan, hal itu dilakukan untuk menjaga kamtibmas dan juga sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya di Wilayah Tulungagung.

“Patroli skala besar dan operasi yustisi dilakukan guna menjaga Kamtibmas di wilayah Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.

Saat menggelar patroli kemudian menjumpai café, rumah makan, pedagang angkringan, petugas gabungan menghimbau pedagang maupun pengunjung untuk mentaati aturan sesuai yang ditetapkan.

“Kita menghimbau secara humanis agar pengunjung tetap mematuhi prokes, pakai masker dan tidak berkerumun,” tuturnya.

Tidak hanya pesan untuk mematuhi Protokol kesehatan “saat kegiatan berlangsung juga disampaikan pesan kamtibmas”, kata Iptu Nenny. 

Demi memutus penyebaran covid-19, Iptu Nenny Berharap agar warga masyarakat selalu memperhatikan protokol kesehatan, menggunakan masker, sering melakukan cuci tangan, menggunakan handsanitizer, hindari kerumunan. (NN95)
Share:

Satresnarkoba Polres Pasuruan Berhasil Amankan Narkoba Jenis Sabu Lebih Dari 2 kg dan Menangkap 2 Tersangka



PASURUAN – Team Buser Satresnarkoba Polres Pasuruan melakukan penangkapan terhadap pelaku Tindak Pidana pengedar Narkotika pada Jum’at (08/10/2021) sekitar pukul 14.00 WIB  di sebuah counter HP di wilayah Pandaan.

Kapolres Pasuruan, AKBP Erick Frendriz, S.I.K., M.Si mengatakan "dari penangkapan ini Polisi berhasil mengamankan 2 orang tersangka berinisial K (35) dan HP (30) dengan total barang bukti sabu seberat 2.074,88 gram.

“Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari tersangka lain yang telah tertangkap sebelumnya, sehingga team buser Satnarkoba Polres Pasuruan dapat menangkap kedua tersangka beserta barang buktinya”, terang AKBP Erick Frediz.

Adapun Barang bukti lain yang telah diamankan adalah sebagai berikut :
*1.* 2 (dua) kantong plastik yang berisi kristal warna putih Narkotika Gol I jenis Sabu total keseluruhan dengan berat kotor 2.073 (dua ribu tujuh puluh tiga) gram;
*2.* 1 (satu) kantong plastik yang berisi kristal warna putih Narkotika Gol I jenis Sabu dengan total berat kotor keseluruhan sekitar 1,88 (satu koma delapan puluh delapan) gram.  
*3.* 2 (dua) buah timbangan elektrik warna Hitam dan warna biru 
*4.* 5 (lima) buah Hp merk Oppo warna abu-abu, merk Redmi warna hitam, merk Samsung warna hitam, merk Realme warna biru, merk Oppo warna hitam.
*5.* 1 (satu) buah sendok besi kecil. 
*6.* 3 (tiga) bendel plastik klip kecil. 
*7.* 1 (satu) unit Mobil Suzuki Ertiga Nopol W-1390-TL.
*8.* 1 (satu) unit Sepeda motor Honda Beat Nopol W-3067-WO.
*9.* 1 (satu) buah Handphone merek Asuz warna Hitam dengan kartu M3 Nomor: 085815415152

“Pasal yang dikenakan kepada kedua tersangka adalah sesuai Undang-undang 35 tahun 2009 pasal 112 (2) dan atau pasal 114 (2) dengan Ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 8 tahun dan paling lama 20 tahun, ucapnya.

Sabu ini diduga kuat berasal dari Myanmar, namun polisi masih akan melakukan pendalaman dan diperkirakan barang yang disita itu bernilai Rp 4 Miliar.

Dua orang yang diamankan adalah Khamdi (35), warga Nogosari, Kecamatan Pandaan, Pasuruan dan Hery (30), warga Taman, Sidoarjo. Keduanya diamankan di tempat terpisah. Khamdi diamankan di sebuah toko handphone (HP) di Pandaan, dan Hery diamankan di dekat rumahnya, Sidoarjo.
Kapolres Pasuruan, AKBP Erick Frendriz mengatakan, awalnya penyidik mengamankan Khamdi di Pandaan saat berada di toko HP. Setelah diperiksa, pria yang bekerja sebagai sopir ini mengaku mendapatkan barang dari temannya di Sidoarjo.

"Berdasarkan keterangan itu, anggota Sat Narkoba langsung berangkat ke Sidoarjo untuk melakukan pengembangan penyelidikan kasus ini," kata AKBP Erick Frendiz, Jumat (15/10/2021).

Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendiz menerangkan, saat pengembangan di Sidoarjo, tersangka Hery sedang melakukan transaksi. Dan dengan mudah polisi langsung mengamankan tersangka. "Saat itu tersangka (Hery) sedang melempar 2 barang ke sebuah mobil. Setelah melempar sabu 2 kg itu, tersangka langsung diamankan," paparnya.

Dari hasil penyelidikan, kata kapolres, mereka sengaja mengedarkan sabu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Satu tersangka bekerja sebagai sopir, dan satunya lagi sebagai  kuli bangunan. "Apapun alasannya, apa yang mereka lakukan ini adalah melanggar hukum, mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya," 

Mereka melanggar pasal 114 subsider pasal 112 jo 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya, pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati serta pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Serta denda maksimum Rp 10 miliar. (NN95)
Share:

Panglima TNI, Kapolri dan KSAL cek Serbuan Vaksinasi di Terminal 2 Juanda



TULUNGAGUNG - Masyarakat sekitar Bandara Internasional Juanda Terminal 2, antusias mengikuti serbuan vaksinasi. Mulai dari masyarakat umum, maupun pelajar, rela antre dengan tertib untuk menerima vaksin. 

Serbuan vaksinasi ini, ditinjau langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Yudo Margono. 

Tampak hadir mendampingi para Jenderal Bintang Empat tersebut adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta. 

Di Surabaya, Panglima TNI dan Kapolri, meninjau vaksinasi di dua titik, selain T2 Bandara Juanda, juga lapangan Thor Surabaya. Dengan target lebih dari 2000 orang, khusus di T2 Bandara Juanda.  

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terima kasih atas support yang terus diberikan oleh TNI dan Polri, dalam mendukung percepatan pembentukan herd immunity melalui serbuan vaksinasi. 

"Terimakasih support yang terus mengalir dari Panglima TNI, Kapolri dan hari ini juga dikuatkan dengan KASAL," ujar Gubernur Khofifah. 

Khofifah juga berpesan, agar masyarakat yang belum divaksin, segera memanfaatkan fasilitas serbuan vaksinasi yang kini semakin mudah didapatkan. Dan bagi yang sudah divaksin, Gubernur Khofifah mengingatkan, agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. 

"Alhamdulillah percepatan vaksinasi terus kita gencarkan. Protkes tetap kita perketat. Semoga herd immunity segera terwujud," harapnya. 

Peserta vaksinasi diantaranya adalah para pelajar. Salah satunya Andika, bahkan mengajak teman sebayanya untuk segera mendapat vaksinasi. 

"Karena sekarang inikan lagi Covid-19, dan cara pencegahannya harus vaksinasi, dan kalian semua yang belum vaksinasi, segera vaksinasi, karena itu bisa sedikit membantu menangani yang mengalami pandemi," ujarnya. 

Ia tidak hanya berharap tetap sehat seusai vaksin, tetapi sekolah tatap muka segera berlangsung seperti sedia kala, tidak hanya luring bahkan daring, tetapi tatap muka sepenuhnya. 

"Harapan saya, tetap bisa mengakhiri daring online ini," harapan Andika, pelajar SMKN 3 Buduran ini.

Sebanyak 2000 dosis disiapkan untuk masyarakat umum sekitar, pelajar dan keluarga besar TNI-Polri yang berada di sekitar Bandara Juanda dengan dukungan bantuan dari 84 orang tenaga kesehatan gabungan Dinkes, TNI, Polri dan Relawan (NN95)
Share:

Tinjau Vaksinasi di Surabaya, Kapolri : Datangi dan Layani Warga yang Ada Di Titik Tak Terjangkau



Surabaya - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau serbuan vaksinasi yang digelar di lapangan THOR Darmo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, (15/10/2021). Dalam kegiatan ini, juga dilakukan vaksinasi serentak di 39 Polres jajaran Polda Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Sigit mengapresiasi kepada jajaran Forkopimda di Jawa Timur baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang terus mempercepat capaian vaksinasi.

Pada kesempatan itu, Sigit juga menyapa secara virtual beberapa wilayah terkait dengan penanganan virus corona dan akselerasi vaksin. Dari laporan yang ia terima, wilayah Jawa Timur beberapa kali sudah mencapai target, bahkan mengalami peningkatan capaian vaksinasinya.

"Ini terus ditingkatkan agar target 2 juta vaksinasi dalam sehari yang ditargetkan Pak Presiden bisa tercapai dan mencapai vaksinasi 70 persen dalam rangka membentuk kekebalan yang diharapkan," kata Sigit.

Dalam hal ini, wilayah Jawa Timur rata-rata capaian vaksinasi sudah mencapai 50 persen. Bahkan di wilayah Banyuwangi, Sigit menerima laporan bahwa capaian vaksinasi sudah di angka 60 persen.

"Yang capaian vaksinnya masih rendah terus tingkatkan strategi-strategi mulai dari vaksinasi massal sampai bagaimana mendatangi dan melayani masyarakat yang ada di titik-titik tidak terjangkau dengan mobile dan door to door," ujar Sigit.

Dengan capaian vaksinasi yang tinggi, Sigit melihat beberapa wilayah di Jawa Timur sudah mulai mengalami penurunan PPKM. Bahkan wilayah Blitar menjadi role model PPKM level 1.

Adanya penurunan level PPKM, Sigit mengingatkan jajaran Forkopimda untuk tetap menekan laju pertumbuhan COVID-19. Sebab penurunan level PPKM berdampak pelonggaran aktivitas masyarakat yang berpotensi terjadinya transmisi penularan COVID-19.

"Ini tentunya menjadi perhatian kita semua pada saat aktivitas masyarakat meningkat laju pertumbuhan COVID-19 bisa dikendalikan dan strateginya bagaimana menegakan prokes yang ketat dan disisi lain kegiatan vaksinasi ditingkatkan sehingga capaian 70 persen bisa terlaksana," ujarnya.

Mantan Kabareskrim Polri ini pun meminta kepada jajaran Forkopimda untuk memantau aktivitas dan kerumunan masyarakat dengan menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Hal ini diperlukan untuk memantau kegiatan masyarakat agar bisa menekan laju pertumbuhan COVID-19.

"Seluruh aktivitas masyarakat yang masuk ke tempat tersebut bisa termonitor mana yang belum vaksin, mana yang sudah vaksin, mana yang ada riwayat kontak erat dan positif sehingga bisa dilakukan langkah-langkah karantina sebelum dilakukan treatment lanjutan apakah dimasukan ke isoter atau rumah sakit," katanya.

Dengan tiga strategi mulai dari pengetatan prokes, percepatan vaksinasi dan kegiatan 3T ditingkatkan, mantan Kapolda Banten ini yakin laju pertumbuhan COVID-19 bisa dikendalikan.

"Terima kasih kepada seluruh forkopimda baik provinsi, gubernur, pangdam, kapolda yang selalu kompak dan solid. Ini menjadi contoh wilayah lain agar bisa melakukan hal yang sama. Semoga target capaian vaksinasi yang ditargetkan bisa tercapai," ucap Sigit.

Dalam kegiatan vaksinasi ini, target sebanyak 71.848 dosis vaksin disuntikkan dengan sasaran lansia, kelompok penyandang disabilitas, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum.

Adapun jenis vaksin yang disiapkan yakni Sinovac dan Astrazaneca dengan jumlah vaksinator sebanyak 1.795 yang merupakan gabungan dari TNI-Polri, Dinkes dan relawan.

Selain itu, Panglima TNI dan Kapolri juga meninjau secara langsung legiatan vaksinasi COVID-19 di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Kegiatan vaksinasi COVID-19 ini merupakan inisiasi Pusat Penerbangan TNI AL (PUSPENERBAL) bekerjasama dengan Polri dan STIKES Hangtuah Surabaya, dengan target 2.000 dosis. (NN95)
Share:

Panglima TNI dan Kapolri Berikan Apresiasi Forkompimda dalam Penanganan Covid di Jatim



Forkompimda Jawa Timur dampingi Panglima TNI dan Kapolri melakukan pengecekan Serbuan vaksinasi, khusus untuk pelajar di Surabaya. Selain itu, dua jenderal ini juga berkesempatan menyapa 39 polres dan Kodim wilayah Jatim yang juga menggelar serbuan vaksinasi merdeka serentak, pada Jum'at (15/10/2021). 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Forkopimda kota Surabaya, mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan pengecekan Serbuan Vaksinasi di Surabaya, dan daerah lain yang melaksanakan vaksinasi di Jawa Timur. 

Setibanya di lapangan THOR Surabaya, Forkopimda Jatim dan Forkopimda kota surabaya langsung menyambut. Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan situasi perkembangan covid-19 di Surabaya, sembari berjalan melakukan pengecekan vaksinasi, Panglima TNI dan Kapolri juga menyapa dan berkesempatan berdialog dengan pelajar yang sedang melakukan vaksinasi. 

Tak hanya itu, Panglima TNI dan Kapolri juga berkesempatan menyapa daerah lain di wilayah Jawa Timur, yang juga melakukan serbuan vaksinasi, secara virtual. 

Dalam kesempatan ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, Serbuan Vaksinasi yang berlangsung di Lapangan THOR ini diikuti kurang lebih 40.000 untuk hari ini dan besok serta Diikuti jajaran di 39 Polres dan Kodim jajaran jatIm yang juga melaksanakan hal yang sama dengan target total keseluruhan 111.848 dosis untuk memvaksinasi masyarakat rentan, lansia, anak-anak di atas usia 12 tahun dan difabel dengan dibantu tenaga kesehatan gabungan Dinkes, TNI, Polri dan Relawan sejumlah 2191 nakes.

"Vaksinaai terbukti mampu melindungi masyarakat dari perburukan akibat terpapar covid-19 oleh sebab itu akselerasi terus kita lakukan baik di wilayah-wilayah yang capaiannya sudah tinggi, termasuk wilayah-wilayah aglomerasi, sehingga lalu lintas masyarakat, aktivitas masyarakat, di wilayah tersebut bisa berjalan dengan lancar, dengan perlindungan vaksinasi baik dosis 1 maupun dosis 2," jelasnya. 

"Oleh sebab itu pada siang hari ini kita melaksanakan vaksinasi dan terus kita laksanakan untuk mencapai target 70% dari setiap daerah. Semoga pelaksanaan vaksinasi ini juga berjalan lancar dan kegiatan perekonomian juga akan ikut berjalan dengan lancar dan baik," tambah Panglima TNI. 

Lebih lanjut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menambahkan, keberhasilan penanganan covid-19 di Jawa Timur tidak luput dari kerja keras bersama dan kekompakan pemerintah daerah dalam hal ini Forkopimda, baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten /Kota, yang solid dan kompak dalam melakukan langkah-langkah menghadapi dan mengendalikan laju bertumbuhan covid, dari progres vaksinasi yang dilaksanakan, Kapolri mendapatkan laporan bahwa dari rata-rata 2 juta sehari yang di harapkan bapak Presiden. 

"Kemudian di wilayah Jawa Timur sendiri yang berada di angka kurang lebih 300.000 kalau tidak salah. Itu sudah beberapa kali targetnya bisa tercapai, bahkan didalam beberapa kali kunjungan angka-angkanya terus mengalami peningkatan," ucap Kapolri dihadapan awak media. 

Selain itu, Kapolri mengatakan. Diharapkan sore nanti atau besok pagi, kita mendapatkan laporan bahwa target capaian harian untuk vaksinasi bisa over prestasi. 

"Tentunya ini menjadi prestasi bagi seluruh rekan-rekan. Ini tentunya harus terus ditingkatkan untuk mencapai vaksinasi 70% dalam rangka membentuk kekebalan komunitas yang diharapkan," harapannya. 

"Seiring dengan hal tersebut, kita juga melihat bahwa PPKM di wilayah Jawa Timur terus mengalami penurunan, bahkan di Blitar saat ini sedang menjadi role model untuk PPKM level 1, dan sebagian besar juga PPKM level 2. Ini tentunya harus terus-menerus diikuti karena memang aktivitas meningkat seiring dengan diturunkannya PPKM yang ada di wilayah Jawa Timur," paparnya. 

Ini tentunya menjadi perhatian kita semua agar pada saat aktivitas masyarakat mulai meningkat laju pertumbuhan covid tetap bisa kita kendalikan, strateginya adalah bagaimana menegakkan prokes secara ketat, di sisi lain kegiatan vaksinasi juga harus ditingkatkan sehingga pencapaian 70% itu betul-betul bisa terlaksana. 

"Kemudian saya selalu mengingatkan bahwa di wilayah-wilayah yang terjadi kegiatan, terjadi kerumunan masyarakat, tolong dipasang aplikasi peduli lindungi, sehingga kemudian seluruh aktivitas masyarakat yang masuk di tempat tersebut bisa termonitor. Mana yang belum vaksin, mana yang sudah vaksin dan mana yang ada riwayat kontak erat, atau positif, sehingga kemudian bisa dilakukan langkah karantina sementara sebelum dilaksanakan treatment lanjutan, apakah dimasukkan ke isolasi terpusat ataukah dirawat di rumah sakit," pesan Kapolri. 

"Ini tentunya kita imbau untuk terus dilakukan, sehingga kegiatan vaksinasi berjalan dengan baik, prokesnya berjalan dengan baik, kegiatan 3T-nya juga terus-menerus ditingkatkan. Sehingga laju pengendalian covid, pertumbuhan covid yang semakin terus turun bisa dikendalikan," imbaunya. 

Apresiasi juga disampaikan Kapolri untuk keberhasilan Forkopimda Jatim, atas kekompakkannya, tentunya hal ini dapat menjadi contoh untuk daerah lain. 

"Sekali lagi, terima kasih kepada seluruh rekan-rekan Forkopimda, baik provinsi, Bu gubernur, Pak pangdam, Pak Kapolda yang selalu solid dan kompak, ini tentunya menjadi contoh bagi wilayah-wilayah lain untuk bisa melakukan hal yang sama. Sekali lagi, selamat terus pertahankan dan mudah-mudahan targetting yang diharapkan bisa segera tercapai," pungkas Kapolri. (NN95)
Share:

Tingkatkan Kemampuan, Bintara Remaja Polres Tulungagung Latihan Marksmanship Persenjataan




TULUNGAGUNG - Anggota Bintara Remaja Polres Tulungagung melaksanakan kegiatan latihan peningkatan kemampuan penggunaan senjata saat bertugas di tempat rawan.

Latihan yang dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Tulungagung AKP Santoso ini dilakukan di halaman Mako Polres Tulungagung, Jumat (15/10/2021).

Kasat Samapta AKP Santoso, SH mengatakan," Latihan peningkatan kemampuan perorangan dalam pergerakan tim,  mempertajam dan meningkatkan kemampuan menembak reaksi. Senjata yang digunakan pada saat latihan kali ini menggunakan senjata laras panjang" Terangnya

AKP Santoso menambahkan, materi latihan yang dilaksanakan adalah Latihan Marksmanship Persenjataan yakni salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh personil Samapta dengan tujuan personil mahir mempergunakan senjata api sesuai SOP"

“Latihan ini untuk mendukung tugas Kepolisian di lapangan dalam melindungi mengayomi dan pelayani masyarakat dengan Prima” jelasnya.

Disamping itu pelatihan ini dapat mengingatkan kembali pengetahuan tentang tata cara penggunaan senjata laras panjang yang sudah dilatihkan pada masa Pendidikan.

Tujuan dari pelatihan kali ini yaitu apabila sewaktu waktu menghadapi situasional yang mengharuskan menggunakan senjata dilapangan, Personil sudah siap,” pungkas AKP Santoso. (NN95)
Share:

Kapolres Tulungagung Bersama Forkopimda dan Stake Holder Menggelar Rakor Percepatan Vaksinasi Covid-19



TULUNGAGUNG - Pemerintah Kabupaten Tulungagung melaksanakan Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi dalam rangka mengatasi covid-19 di Kabupaten Tulungagung bersama Forkopimda, Forkopimcam, Kepala Puskesmas se Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis, (14/10/2021). 

Rapat dipimpin Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM. dan dihadiri Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto, SH, SIK, MH, jajaran Forkopimda Kabupaten Tulungagung, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Sukaji, M.Si, dan diikuti oleh Camat se Kabupaten Tulungagung, jajaran Kapolsek se Tulungagung, jajaran Danranmil se Tulungagung. 

Acara diisi dengan paparan Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM tentang situasi terkini terkait perkembangan pencapaian vaksinasi covid-19 di Kabupaten Tulungagung. 

Adapun syarat agar suatu daerah bisa turun dari PPKM level 3 ke PPKM level 2 yaitu cakupan vaksinasi dosis satu harus mencapai 50 persen dan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 40 persen. 

Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo, MM menyampaikan, vaksinasi dosis satu di kabupaten tulungagung sudah selesai untuk mencapai 50 persen, sedangkan vaksinasi untuk lansia hanya tinggal 12 persen. 

Menurutnya Bupati Tulungagung, untuk mencapai target 40 persen, diperkirakan akan selesai sampai minggu depan atau 10 hari kedepan. 

Bupati Tulungagung juga menyampaikan kendalanya yang ditemui dalam melakukan kegatan vaksinasi untuk lansia, yaitu dari yang terkendala kondisi kesehatannya, hingga tidak ada yang mengantar di gerai vaksin, untuk itu  sosialisasi dan gerakan jemput bola akan terus dilaksanakan oleh pihak pemerintah. 

Bupati Tulungagung juga menegaskan bahwa perkembangan yang terkonfirmasi positif virus covid 19 di Kabupaten Tulungagung dari hari ke hari semakin sedikit, sehingga bisa mencapai sebuah stabilitas kesehatan. 

"Perkembangan yang terkonfimasi semakin sedikit, yang dirawat semakin sedikit sehingga bisa mencapai sebuah stabilitas kesehatan," pungkasnya. 

Acara juga diisi dengan sesi tanya jawab yang bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang ada di lapangan di setiap OPD maupun kecamatan sehingga dapat dicarikan solusi yang tepat. 

Bupati Tulungagung menambahkan, diharapkan peran serta aktif kepada babinsa, bhabinkamtibmas, camat, dan tenaga medis tingkat kecamatan untuk terus melakukan sosialisaai kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dengan pendekatan yang lebih humanis, sehingga mendorong program pemerintah dalam percepatan vaksinasi, demi terbentuknya herd immunity. (Kom Ta - Hum Restu)
Share:

Edarkan Sabu dan Pil Double L, Warga Boyolangu Ditangkap Satresnarkoba Polres Tulungagung


TULUNGAGUNG - Seorang pemilik warung kopi (Warkop) di Kabupaten Tulungagung, harus berurusan dengan pihak kepolisian, setelah kedapatan menjual narkotika jenis sabu dan Pil Double L.

RT alias Cebol (24), Lk, warga desa beji  ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Tulungagung didalam rumahnya di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, pada  Kamis (14/10/2021) sekitar pukul 06.30 WIB.

Setelah digerebek oleh anggota Satresnarkoba Polres Tulungagung, tersangka langsung dibawa ke Polres Tulungagung beserta barang buktinya guna proses penyidikan lebih lanjut.

Kasat Resnarkoba Polres Tulungagung Iptu Didik Riyanto, SH., MH., melalui Kasi Humas Iptu Nenny Sasongko, SH., membenarkan penangkapan terhadap tersangka yang berprofesi sebagai seorang pengedar narkotika jenis sabu dan Pil Double L.

“Berawal dari laporan masyarakat, anggota Satresnarkoba Polres Tulungagung langsung melakukan penyelidikan,  ternyata benar pelaku merupakan seorang pengedar narkotika. Sehingga, langsung dilakukan penggerebekan,” terang ucap Iptu Nenny.

Dari penggerebekan tersebut, anggota satresnarkoba tersebut, mendapati barang bukti berupa, 2 plastik klip berisi sisa sabu dengan berat kotor 0,51 gram, 2 pipet kaca berisi sisa sabu dengan berat kotor 3,12 gram dan 2.114 butir Pil Double L.

Selain sabu dan Pil Double L, anggota Satresnarkoba Polres Tulungagung juga menyita barang bukti berupa 1 timbangan digital, 1 pipet kaca warna hitam, 5 skop sedotan, 2 korek api, sebuah bong, 4 sedotan plastik, sebuah sendok plastik warna hijau, 2 dosbuk HP, 1 kresek warna putih, 1 kresek warna hitam putih dan 1 Hp Samsung warna gold.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasalp 197 Sub Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 60 ke 10 UU RI No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” pungkas Iptu Nenny (NN95- SYA)
Share:

Kapolres Tulungagung Hadiri Sosialisasi dan Pengukuhan FPRB Tahun 2021



TULUNGAGUNG – Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto bersama Forkompinda Tulungagung mendampingi Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM menghadiri Sosialisasi dan Pengukuhan FPRB (Forum Pengurangan Resiko Bencana), Kamis (14/10/2021).

Seusai meninjau vaksinasi masal yang berada di Kecamatan Pakel, rombongan forkopimda diantaranya Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M, Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto, S.H., S.I.K., M.H., Dandim 0807 Tulungagung LETKOL INF Yoki Malinton Kurniafari, S.H., M.Tr (Han), M.I.Pol, Sekda Kabupaten Tulungagung Drs. Sukaji, M. Si, langsung menuju acara Pengukuhan FPRB bertempat di Wina Joglo, jalan Jayengkusumo, Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru.

Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, mengingatkan betapa penting kegiatan pengurangan risiko bencana. Apalagi Kabupaten Tulungagung secara topografi dan geografi merupakan daerah rawan bencana alam.

“Pengurangan bencana itu penting, saat ini untuk penanggulangan bencana tidak lagi pada tanggap darurat, tetapi sudah pada pengurangan risiko bencana,” ujarnya.

Bupati Maryoto berharap banyak dengan keberadaan FPRB yang baru dibentuk tersebut dalam kegiatan pengurangan bencana di Kabupaten Tulungagung.

 Termasuk dalam pengurangan bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Tulungagung.

“Kabupaten Tulungagung itu punya pegunungan dan pesisir, sering kali terjadi bencana banjir, angin puting beliung dan bahkan ancaman bencana tsunami,” paparnya.

Bupati Maryoto Birowo menyebut penanggulangan bencana tidak hanya dapat mengandalkan peran dari pemerintah, tetapi juga masyarakat. Disamping juga kalangan usahawan, akademisi dan media.

“Dengan dibentuknya FPRB di Tulungagung sekarang akan bisa lebih berperan dalam kegiatan pengurangan bencana. Mereka akan melakukan sosialisasi di masyarakat sehingga kalau terjadi bencana masyarakat tidak panik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Suroto, mengungkapkan keberadaan FPRB Tulungagung yang beranggotakan 54 organisasi relawan di Tulungagung sebagai mitra dari pemerintah.

 Mereka diharapkan dapat memberi masukan dan saran yang konstruktif pada pemerintah dalam penanggulangan bencana mulai dari pra, saat dan pasca bencana.

Selain Forkopimda hadir dalam acara tersebut Kepala BPBD Tulungagung, anggota BPBD Tulungagung, Laznas LMI, Garda Relawan Indonesia Semesta, KOKAM dan SAR Tulungagung, Relawan Anti Narkoba, Relawan TIK (Tekhnologi, Informasi dan Komunikasi) dan Undangan lainnya.

Seusai pelaksanaan pengukuhan, Kapolres bersama Forkopimda melakukan Penandatanganan Penggalangan Komitmen FPRB Kabupaten Tulungagung. (NN95)
Share:

Arsip Blog