Kapolres Tulungagung Bersama Forkopimda dan Stake Holder, Dampingi Kunker Gubernur Jatim di UIN



TULUNGAGUNG - 
Sabtu,18/9/ 2021 pukul 15.30 s/d 19.00 Wib Gubernur Jatim Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M. Si melaksanakan kunjungan kerja di UIN Sayyid Ali Rahmatullah dan Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung dalam rangka Vaksinasi Massal untuk masyarakat Tulungagung menuju Jawa Timur Herd Immunity serta meninjau perkembangan Covid 19 di Kabupaten Tulungagung

Dalam kunjungan tersebut Gubernur Jatim didampingi 
Sekdaprov Jatim Dr. Ir. HERU TJAHYONO, M.M
, Kapolres Tulungagung *AKBP HANDONO SUBIAKTO, S.H., S.I.K., M.H.*, Bupati Tulungagung Drs. MARYOTO BIROWO, M.M., Dandim 0807 Tulungagung LETKOL INF. YOKI MALINTON K.SH.M.Tr (Han) M.l.Pol, Sekda Kab. Tulungagung Drs. SUKAJI, M. Si., Ketua PW ISNU Jatim Prof. Dr. Mas'ud Said, PHD
, Rektor UIN Prof. Dr. Martuhin, MAS. Rois Syuriah PCNU Tulungagung KH. Mukhson Hamdani
, Ketua PCNU Tulungagung KH. Abdul Hakim Mustofa, Muslimat NU, Fatayat NU, IPPNU, IPNU Kabupaten Tulungagung.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak semua komponen untuk menjaga status Level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang disandang Jatim.
Menurutnya,  pencapaian level 1 ini juga berkat peran serta dari semua pihak.

Hal ini disampaikan Gubernur Khofifah, saat meninjau vaksinasi massal ISNU Jawa Timur, di Gedung KH Arief Mustaqiem, Sabtu (10/9/2021) sore.

“Pendekatan pentahelix yang sudah dilaksanakan, yakni  ada pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media dan masyarakat. Lima komponen ini saya mohon tetap kompak dan terus dilertahankan,” ujar Khofifah

Lima komponen di Jatim ini bukan hanya bersinergi, namun juga kerja keras untuk mengatasi pandemi Covid-19.
Karena itu dirinya juga tetap berharap semua tetap kompak, menjaga level 1. Diantaranya dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, dan percepatan vaksinasi.

“Jika bisa tetap dijaga, pembelajaran tatap muka bisa dipercepat. Sekarang masih terbatas, bertahap bisa ditingkatkan lagi,” sambung Gubernur Khofifah.

Selain itu pencapaian Level 1 juga memungkinkan melakukan penguatan di sektor lain, seperti pariwisata.
Seluruh kegiatan interaksi masyarakat yang selama ini dibatasi bisa pula dimulai bertahap.
Jika Covid-19 semakin terkendali, maka ekonomi akan tumbuh dan bangkit.

“Mohon semua bisa jaga protokol kesehatan. Bisa seiring melakukan percepatan vaksinasi,” terangnya.

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur menyampaikan, Jawa Timur menjadi provinsi pertama dari 34 provinsi di Indonesia yang mencapai level 1.
Hal ini berdasarkan hasil asesmen Kementerian Kesehatan dengan standar WHO. (NN95 HUM RESTU)
Share:

Arsip Blog