TpG5GSM5GfO7GpdlTpW0TUdpBY==

Gus Ipul Tanggapi soal Muktamar PBNU Dipercepat, dengan Syarat: Saya Ikut Keputusan Para Ulama

Jakarta (DinamikaNews) - Saifullah Yusuf alias Gus Ipul yang baru-baru ini dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rapat Harian Tanfidziyah PBNU, mengaku sepenuhnya mengikuti keputusan para ulama terkait pelaksanaan Muktamar PBNU dipercepat atau tidaknya.

"Saya ikut keputusan para ulama saja (pelaksanaan Muktamar)," Ucap Gus Ipul saat dihubungi DinamikaNews di Jakarta, Minggu (14/12/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul menanggapi pernyataan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), yang baru-baru ini juga dicopot oleh Syuriyah PBNU sebagai Ketua Umum PBNU, bahwa ia tidak mempermasalahkan apabila muktamar dipercepat, asal syarat-syarat musyawarah akbar tersebut telah terpenuhi. Di antaranya muktamar itu dipimpin oleh Rais Aam dan dirinya sebagai Ketum PBNU.

“Mengenai rencana percepatan muktamar, tidak ada masalah. Muktamar mau cepat, mau lambat, tidak ada masalah, tapi syarat harus dipenuhi. yaitu bahwa muktamar dipimpin oleh Rais Aam dan Ketua Umum,” pungkas Gus Yahya, sapaan Yahya Cholil Staquf, di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Sebelumnya hasil Rapat Pleno Syuriyah di Jakarta, Selasa (09/12/2025) menginginkan agar muktamar digelar pada 2026 atau lebih cepat dari rencana awal yang disampaikan pada Muktamar Lampung yakni pada 2027.

Rais Syuriyah PBNU Muhammad Nuh yang menjadi perwakilan Pleno Syuriyah di Hotel Sultan, Jakarta, mengatakan rapat pleno 09–10 Desember 2025 telah menyepakati langkah percepatan untuk mengembalikan siklus Muktamar NU ke jadwal normal sebelum pandemi COVID-19.

Adapun Katib Syuriyah PBNU KH Ikhsan Abdullah menyebutkan salah satu keputusan Rapat Pleno PBNU yang telah digelar pada 8-9 Desember 2025 di Jakarta itu adalah penetapan KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU, menggantikan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang telah diberhentikan dari jabatannya.

"KH. Zulfa Mustofa Sementara akan memimpin PBNU sebagai Penjabat Ketua Umum hingga Muktamar mendatang. Keputusan ini merupakan upaya untuk mengembalikan siklus periode kepemimpinan PBNU ke pola semula dan memastikan kesinambungan tata kelola organisasi," ujar Kiai Ikhsan kepada DinamikaNews di Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Kiai Ikhsan menerangkan Muktamar PBNU 2026 rencananya akan diselenggarakan setelah Idul Adha, sebagai upaya mengembalikan siklus normal setelah Muktamar sebelumnya di Lampung.

"Inilah yang sesungguhnya menjadi keinginan Rais Aam KH Miftachul Achyar jauh sebelum Muktamar Lampung agar periodesasi kepemimpinan betul-betul sesuai pola yang teratur lima tahun. Muktamar sebelumnya tertunda akibat COVID-19," tuturnya.

Menurutnya, agenda besar yang telah direkomendasikan oleh peserta Rapat Pleno yang dihadiri oleh lebih dari 37 Pengurus Wilayah dan dihadiri 65 persen lebih Pengurus PBNU dan Banom serta Badan Lembaga tersebut telah merekomendasikan untuk menyiapkan beberapa agenda besar, seperti Peringatan Satu Abad Masehi pada 31 Januari 2026, Konferensi Besar, dan Musyawarah Nasional Alim Ulama.

Ia juga menekankan, Muktamar PBNU 2026 diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk menata kembali organisasi dan menjadi forum konsolidasi Jamiyyah Nahdlatul Ulama dan organisasi. Sebagai forum tertinggi, Muktamar nanti akan membahas berbagai isu strategis, memilih kepemimpinan baru, memposisikan kembali sebagai organisasi sosial keagamaan yang cukup kritis memberikan masukan dan saran kepada pemerintah bagi kemajuan umat dan menetapkan arah kebijakan organisasi ke depan. (Man)

Komentar0

Type above and press Enter to search.