DinamikaNews - Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah Universitas PTIQ (UPTQ) menggelar review kurikulum secara hibrid (online dan offline) di Kampus UPTQ Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025). Acara bertajuk “Penguatan Kurikulum dalam Bingkai Integrasi Ilmu Komunikasi, Dakwah dan Nilai Al-Qur’an” dibuka Dekan Fakultas UPTQ Dr Topikurohman MA.
Acara Review kurikulum menghadirkan nara sumber utama Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis) Dr Zamroni MSi, dengan Pengantar Review oleh Ketua Prodi KPI Achmad Fachrudin. Acara dipandu Sekretaris Dekan Dakwah Wahab Nur Kadri dan dihadiri undangan dari berbagai unsur terkait dengan Prodi KPI UPTQ.
Ketua Umum DPP Askopis Dr Zamroni MSi dalam paparannya mengatakan, kurikulum merupakan nyawanya suatu Prodi. Oleh karena itu, kurikulum bukan hanya harus dirawat melainkan harus direvitalisasi seiring tantangan zaman. Dimulai sejak rekrutmen mahasiswa hingga paska mahasiswa lulus studi.
Dosen Universitas Islam Sunan Kalijaga Jogyakarta itu mengingatkan, calon mahasiswa saat ini sudah makin cerdas dan kritis. Sebelum memilih program studi, mahasiswa akan mempertanyakan jika lulus akan menjadi apa? Karena itu, Zamroni mendorong Prodi KPI untuk tidak hanya memperkuat basis keilmuwan, melainkan juga kompetensi dan keterampilan praktis mahasiswa.
Bahkan Zamroni berpendapat, sebaiknya 70 persen kurikulum atau mata kuliah, diisi keterampilan praktis. Hal ini sudah menjadi realitas yang tengah dihadapi. Alumnus Fakultas Paska Sarjana Universitas Padjadjaran melukiskan tantangan perguruan tinggi saat ini dengan narasi: “Jika dulu jargonnya adalah dunia usaha, dan dunia industri” (DUDI). Sekarang jargonya “dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja kerja” (Dudika).
Dekan Fakultas Dakwah UPTQ Topikurahman mengatakan, review kurikulum dilakukan mengingat adanya kebutuhan dan tantangan internal maupun eksternal. Tantangan internalnya antara lain untuk peningkatan kualitas proses akademik maupun out put lulusan serta persiapan akreditasi Prodi KPI. Sedangkan tantangan eksternalnya, agar Prodi KPI tetap mampu bertahan dan bersaing di tengah kompetisi Prodi sejenis yang makin ketat.
Sementara Ketua Program Studi KPI UPTQ Achmad Fachrudin dalam pengantar review mengatakan, Prodi KPI UPTQ sudah melakukan berbagai pembaharuan kurikulum guna mewujudkan visi UPTQ dan tantangan era industri 4.0 & Society 5.0. Antara lain dengan melakukan integrasi Al-Qur’an dengan keilmuwan komunikasi, mengubah komposisi mata kuliah dengan lebih banyak memasuki keilmuwan maupun kompetensi komunikasi, penguatan link and match antara Prodi KPI dengan ketenagakerjaan dan sebagainya. (4lif).

Komentar0