TpG5GSM5GfO7GpdlTpW0TUdpBY==

Bocoran Wacana Revitalisasi Pasar Baru Menjadi “The Next Blok M?”

Jakarta, DINAMIKANEWS.com – Sukses merevitalisasi transformasi Blok M yang kini jadi magnet Gen Z, Jakarta kini melirik sang legendaris: Pasar Baru di Jakarta Pusat. Kawasan yang selama ini identik dengan wisata belanja alat musik, kamera, dan tekstil ini akan disulap menjadi destinasi hype yang hidup hingga malam hari.

Mulai dari kembalinya ikon kanopi zaman dulu hingga wacana "fashion week" di tengah sentra tekstil, berikut ini bocoran bagaimana Pasar Baru akan disiapkan menjadi “The Next Blok M Hub” dengan perpaduan sejarah dan tren masa kini.

Wacana revitalisasi ini mencuat saat diskusi di Antara Heritage Center (AHC) bersama komunitas kreatif dan perwakilan pemerintah. Tujuannya satu: memastikan Pasar Baru tidak lagi menjadi “kota mati” setelah matahari terbenam.

Untuk Mengubah Citra kota mati

Founder Wisata Kreatif Jakarta, Ira Lathief, menyampaikan bahwa Pasar Baru memiliki potensi besar untuk menjadi sepopuler Blok M, asalkan mampu mengatasi kendala operasionalnya.

Tantangan terbesar saat ini adalah jam buka yang pendek. Dari pengamatan kami saat memandu tur, sekitar pukul 19.00 WIB kawasan ini sudah mulai lengang, dan pukul 20.00 WIB sebagian besar toko telah tutup.

“Jika ingin bersaing dengan Blok M, harus dipikirkan bagaimana cara menarik banyak kafe, tempat kuliner yang viral, dan mendatangkan tenant-tenant baru,” ucap Ira saat ditemui Dinamikanews. Com di Antara Heritage Center, Sabtu (07/02/2026).

Ia juga menekankan pentingnya spot ikonis yang Instagrammable agar generasi muda tertarik ingin datang berbondong-bondong untuk nongkrong dan berburu konten, bukan hanya sekadar berbelanja.

Ikon kanopi dan kawasan ramah pejalan kaki

Salah satu bocoran menarik dalam rencana revitalisasi adalah upaya menghidupkan kembali kanopi ikonis yang dulu menjadi ciri khas Pasar Baru. Elemen ini diharapkan bukan hanya mengembalikan nuansa klasik, tetapi juga memperkuat identitas visual kawasan secara keseluruhan.

Tak hanya dari sisi estetika, akses kendaraan di koridor utama Pasar Baru juga direncanakan akan dibatasi untuk memberi ruang lebih luas bagi pejalan kaki. Dengan begitu, kawasan ini bisa berkembang menjadi area pedestrian yang nyaman dan ideal untuk wisata jalan kaki (walking tour) hingga malam hari.

Sofia Prameswari dari Antara Heritage Center menambahkan, area belakang Pasar Baru akan dikembangkan menjadi pusat UMKM.

Langkah ini diharapkan mampu menghidupkan kembali denyut ekonomi kawasan Pasar Baru hingga larut malam, seperti yang sempat terjadi pada era 2011-an.

Fashion week di sentra tekstil legendaris

Sebagai pusat tekstil selama sekitar 200 tahun, identitas Pasar Baru akan diperkuat dengan sentuhan modern.

Ira mengusulkan agar identitas ini dikemas dalam bentuk acara kreatif seperti runway jalanan. “Mungkin konsep seperti ‘Citayam Fashion Week’ bisa dibawa ke sini. Menampilkan anak-anak muda dengan busana fashionista di atas catwalk jalanan akan sangat menarik, sesuai ciri khas Pasar Baru,” tuturnya.

Toton Hutomi, Program Director Wajah Baru Passer Baroe dari Media RP1, menegaskan bahwa proses revitalisasi ini akan dilakukan secara kolaboratif bersama Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Pusat. "Kami sudah memahami bahwa dalam 5–10 tahun ke depan, kawasan cagar budaya Pasar Baru ini akan berubah drastis. Kita tunggu realisasinya seperti apa," Ucap Toton.

Sambil menunggu transformasi besar ini terwujud, masyarakat tetap bisa menikmati kuliner melegenda di kawasan ini. Beberapa yang wajib masuk daftar coba antara lain: 

- Bakmi Gang Kelinci
- Bakmi Aboen
- Cakwe Koh Atek


Kami DINAMIKANEWS.com akan selalu berkomitmen memberikan fakta, terpercaya bukan Rumor, dan berimbang. Mohon Dukungannya demi keberlanjutan Jurnalisme dengan menyajikan Fakta bukan Rumor dan nikmati kenyamanannya saat menikmati Berita Kami tanpa iklan melalui like, Gabung dan ikuti terus DINAMIKANEWS.com mulai dari sekarang.. 🙏🏼🙏🏼

Komentar0

Type above and press Enter to search.