Skema tersebut dirancang menyesuaikan kebutuhan dan kondisi penerima, sehingga distribusi bantuan dapat berjalan efektif tanpa mengganggu aktivitas puasa. Langkah ini sekaligus menjadi upaya pemenuhan gizi masyarakat selama Ramadhan.
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan MBG akan tetap berlanjut selama Ramadhan. Penyaluran tersebut akan disesuaikan dengan kelompok penerima melalui mekanisme yang berbeda. Akan tetapi, layanan tidak berubah pada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita
"Untuk Ramadhan tahun ini, makan bergizi akan tetap berlanjut. Jadi, ada empat mekanisme yang akan dikembangkan," Ucap Dadan saat ditemui di Masjid Istiqlal, dikutip dari detikNews, Selasa (10/02/2026).
Ia menegaskan penyaluran MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berjalan seperti biasa tanpa perubahan waktu konsumsi. "Untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, juga normal," Tuturnya.
Dadan menjelaskan program MBG akan tetap disalurkan selama bulan Ramadhan. Akan tetapi, ada penyesuaian pada waktu konsumsi dan bentuk makanan yang diberikan. Selain itu, terdapat empat mekanisme yang akan dikembangkan sebagai berikut.
1. Sekolah dengan Mayoritas Siswa Berpuasa
Mekanisme pertama, yakni sekolah di daerah dengan mayoritas siswa yang berpuasa. Makanan akan tetap disalurkan ke sekolah, namun dalam bentuk menu yang lebih tahan lama dan dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.
Menu yang disiapkan antara lain kurma, telur rebus, telur asin, abon, telur pindang, buah, susu, dan penganan lokal yang biasanya dikonsumsi ketika Ramadhan. BGN turut berupaya menggandeng pelaku UMKM dalam penyediaan menu.
2. Sekolah dengan Mayoritas Siswa Tidak Berpuasa
Sementara itu, layanan MBG di sekolah yang mayoritas siswanya tidak berpuasa akan tetap berjalan normal tanpa ada perubahan skema. Menu yang disajikan pun tetap seperti biasa.
3. Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
Untuk Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, program MBG akan tetap berjalan seperti biasa selama bulan Ramadhan. Menu yang diberikan tetap berupa makanan segar sebagaimana hari-hari normal.
4. Lingkungan Pesantren
Mekanisme keempat diterapkan khusus di lingkungan pesantren. Jadwal konsumsi akan digeser ke waktu berbuka puasa mengingat penerima manfaat dan dapur layanan gizi berada dalam satu area. Sedangkan untuk proses memasak tetap dilakukan pada siang hari.
BGN berencana mencontohkan skema tersebut di salah satu pesantren di Bandung, yang akan dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama. BGN juga tengah mematangkan mekanisme integrasi program MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas bersama Kementerian Sosial.
Selain itu, BGN sedang menyiapkan langkah pengendalian bahan pangan selama bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan agar tidak memicu lonjakan permintaan pada komoditas tertentu.
"Saya kira dengan kerja sama ini, kita nanti bisa dengan mudah mengaturnya bersama dengan BUMD. Kira-kira produk apa yang dibutuhkan masyarakat secara umum untuk menjelang puasa dan juga Idul Fitri, nanti kita akan kurangi permintaannya di program Makan Bergizi," Tutupnya.#****
Kami DINAMIKANEWS.com akan selalu berkomitmen memberikan fakta, terpercaya bukan Rumor, dan berimbang. Mohon Dukungannya demi keberlanjutan Jurnalisme dengan menyajikan Fakta bukan Rumor dan nikmati kenyamanannya saat menikmati Berita Kami tanpa iklan melalui like, Gabung dan ikuti terus DINAMIKANEWS.com mulai dari sekarang.
Komentar0