Acara dibuka oleh Koordinator FORSA UI (Forum Silaturahmi Alumni Universitas Indonesia) Alif Purnomo yang mengajak warga untuk tidak ragu menyampaikan keluhan dan harapan mereka kepada wakil rakyat. Josephine sendiri baru-baru ini meraih penghargaan Dewan Kinerja Terbaik BK Award 2025, yang menegaskan rekam jejaknya sebagai legislator yang responsif terhadap persoalan warga.
Sudah Banyak Aspirasi yang disampaikan warga secara langsung dan sebagian ditulis di papan yang disediakan panitia. Salah satu keluhan datang dari seorang lansia yang mengungkapkan kegelisahannya karena belum mendapatkan fasilitas yang dijanjikan pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI ini menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hak-hak lansia, khususnya terkait akses hunian dan bantuan sosial. Meski mengakui bahwa persoalan yang disampaikan belum sepenuhnya berada di bawah kewenangannya, Josephine memastikan tetap akan mendorong penyelesaian melalui mekanisme yang ada.“Yang pegang bukan kita, Bu. Jadi mohon sabar. Nanti akan saya perjuangkan juga,” ucapya.
Ia meminta kelengkapan data berupa KTP dan dokumen keluarga untuk ditindaklanjuti melalui stafnya. Data tersebut akan menjadi dasar koordinasi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta. Josephine juga menekankan bahwa lansia dan penyandang disabilitas memiliki hak prioritas dalam kebijakan rusun, termasuk penempatan di lantai satu sesuai Peraturan Daerah.
“Ada aturannya. Lantai satu memang diprioritaskan untuk lansia dan disabilitas. Jangan sampai dibilang perdanya tidak ada, karena aturannya jelas,” pungkasnya.
Josephine sempat terkejut saat mengetahui salah satu warga yang mengadu telah berusia 73 tahun. Menurutnya, negara seharusnya hadir untuk memastikan lansia di usia tersebut mendapatkan fasilitas hunian yang layak, bahkan idealnya gratis.
“Kalau ada orang tua yang haknya tidak didapat dan negara tidak hadir, lalu saya berdiam diri, itu artinya saya berdosa kepada orang tua. Itu yang saya tidak mau,” katanya penuh empati.
Ia memastikan akan segera menindaklanjuti persoalan ini dengan berkoordinasi bersama Dinas Sosial dan pihak terkait. “Saya akan bantu Ibu untuk mendapatkan apa yang menjadi hak Ibu,” ujarnya.
Di akhir momen kegiatan, warga terlihat lega dan bahagia karena permasalahan yang selama ini mereka pendam akhirnya tersampaikan langsung kepada wakil rakyat. Kunjungan Josephine pada momen Hari Ibu ini bukan hanya simbolis, tetapi menghadirkan ruang dialog yang nyata antara masyarakat dan representasinya di parlemen. (oNe)
Komentar0