Josephine juga menilai taman kota memiliki fungsi yang strategis sebagai ruang interaksi sosial warga, tempat bermain anak-anak, sarana kegiatan lansia, dan ruang publik untuk rekreasi serta kesehatan masyarakat.
"Tujuan taman itu sangat bagus, untuk interaksi warga. Tapi jangan hanya sekadar Program dibuat supaya ada taman, tanpa konsep yang jelas taman itu untuk apa dan bagaimana pemeliharaannya," ucap Josephine, sepekan lalu.
Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menyikapi kekhawatiran taman yang dibangun tanpa perencanaan pemeliharaan yang jelas sehingga cepat terbengkalai.
Menurutnya, banyak taman di Jakarta mengalami penurunan fungsi setelah beberapa waktu karena kurangnya perhatian terhadap keberlanjutan.
"Banyak taman yang akhirnya tidak terpelihara. Satu atau dua tahun pertama bagus, setelah itu rusak dan tidak mencapai tujuan awal," Jelas Josephine, DPRD DKI Komisi C ini.
Josephine juga menegaskan pembangunan fasilitas publik tidak boleh hanya berorientasi pada capaian indikator kinerja semata, tetapi harus diikuti perencanaan yang menjamin keberlanjutan manfaat bagi warga Jakarta.
Sementara, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa Taman Gapura Cakung merupakan bagian dari upaya perluasan ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang publik berkualitas bagi warga Jakarta.
Pramono menyatakan, pihaknya akan memenuhi sejumlah fasilitas tambahan yang diminta masyarakat, termasuk penyediaan Wi-Fi gratis, toilet umum, dan penerangan taman untuk kenyamanan pengunjung.
"Saya paling senang melihat apresiasi masyarakat yang luar biasa. Tentu ada beberapa hal yang diminta warga, dan insya Allah semuanya akan kami penuhi," ucap Pramono saat peninjauan lokasi.
Pramono juga menyampaikan rencana pemasangan CCTV dan pelican crossing di sekitar taman untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan warga yang menggunakan fasilitas tersebut.
Taman Gapura Cakung, yang berada di Jakarta Timur dengan luas sekitar 1.500 meter persegi, dibangun oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur.
Pramono sangat berharap keberadaan taman tersebut dapat memperkuat kualitas ruang publik serta memberi manfaat sosial dan lingkungan bagi warga setempat.
Pramono memastikan taman ini tidak akan dibuka 24 jam agar pengawasan tetap terjaga dan tidak mengurangi fungsi taman sebagai ruang publik yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat. (B4r/oNe)
Komentar0