Politikus PDI Perjuangan itu menyampaikan, keputusan tersebut diambil berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG. Menurutnya, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung hingga awal Februari.
“Jadi, untuk periode ini, dari hasil BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), kemungkinan besar bahwa curah hujan itu masih tinggi sampai dengan tanggal 1 Februari. Maka dengan demikian, saya sudah memutuskan untuk PJJ maupun orang mau work from home itu sampai dengan 1 Februari,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Kamis.
Eks Sekretaris Kabinet (Seskab) itu juga menjelaskan, kebijakan PJJ dan WFH diperpanjang untuk meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem, termasuk potensi banjir dan gangguan aktivitas masyarakat.
Eks Wakil Ketua DPR itu juga menyebutkan, perpanjangan ini berlaku hingga 1 Februari 2026. Kebijakan itu menyesuaikan dengan kondisi cuaca yang masih belum stabil.
Selain perpanjangan PJJ dan WFH, Pemprov DKI menyiapkan berbagai langkah antisipasi tambahan untuk menekan dampak hujan ekstrem. Salah satunya dengan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) apabila diperlukan, guna mengurangi intensitas hujan di wilayah Jakarta.
“Dan kemudian, yang juga penting adalah, karena curah hujannya ini masih panjang dan juga harus dilakukan OMC, saya sudah memberikan persetujuan kalau diperlukan untuk OMC," Jelas Pramono. (Iki/B4r)
Komentar0