TpG5GSM5GfO7GpdlTpW0TUdpBY==

Pengamat Intelijen dan Geopolitik: Ledakan Saat Tarawih di Jember, di Curigai Adanya Skenario Tertentu

Jakarta, DINAMIKANEWS.com - Disaat Suasana khusyuk Shalat Tarawih di Masjid Raya Pesona, Perumahan Pesona Regency, Kelurahan/Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah terdengar ledakan keras pada Senin (166/03/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Suara Ledakan tersebut terjadi saat jemaah tengah melaksanakan ibadah Tarawih, membuat puluhan warga berhamburan keluar masjid untuk menyelamatkan diri. Suara dentuman bahkan dilaporkan terdengar hingga ke kampung sekitar.

Takmir masjid, Muhammad Fadil, menyebutkan ledakan berlangsung tiba-tiba dan cukup mengagetkan.
“Ledakan cukup keras dan terdengar hingga di kampung sebelah,” ucapnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari aparat terkait penyebab ledakan maupun potensi korban dalam peristiwa tersebut.

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, menilai insiden ini perlu dicermati secara serius karena terjadi di tempat ibadah pada momentum sensitif bulan Ramadhan.

Menurut Amir, ledakan di tengah pelaksanaan tarawih berpotensi mengandung pesan tertentu, baik sebagai aksi uji coba maupun gangguan terhadap stabilitas sosial.

“Peristiwa seperti ini tidak bisa langsung dianggap insiden biasa. Ada kemungkinan ini merupakan uji respons keamanan atau bahkan bentuk teror psikologis untuk menciptakan rasa takut di masyarakat,” jelasnya, Selasa (17/03/2026).

Ia menambahkan, pelaku—jika memang ada unsur kesengajaan—kemungkinan tidak semata menargetkan korban fisik, tetapi dampak luas berupa kepanikan publik.

Amir juga menyoroti bahwa bulan Ramadan merupakan periode dengan intensitas aktivitas keagamaan tinggi, sehingga tempat ibadah menjadi titik keramaian yang rentan.

“Momentum Ramadhan selalu sensitif. Jika terjadi gangguan di masjid saat tarawih, efeknya bisa meluas secara sosial, bahkan berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan sebagai aksi terorisme sebelum hasil investigasi resmi keluar.

Selain dugaan unsur kesengajaan, Amir menyebut kemungkinan lain seperti kelalaian teknis—misalnya korsleting listrik atau bahan mudah meledak—tetap harus menjadi bagian dari penyelidikan.

“Pendekatan harus komprehensif, jangan hanya fokus pada satu skenario. Semua kemungkinan harus dibuka,” tegasnya.

Di tengah situasi ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Aparat keamanan diharapkan segera mengungkap penyebab pasti ledakan guna mencegah spekulasi liar.

Penguatan sistem keamanan di tempat ibadah, terutama selama Ramadhan, juga dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Peristiwa ini menjadi alarm bahwa stabilitas keamanan di ruang publik, khususnya tempat ibadah, harus terus dijaga dengan kewaspadaan tinggi.(Pray/B4r)


Kami DINAMIKANEWS.com akan selalu berkomitmen memberikan fakta, terpercaya bukan Rumor, dan berimbang. Mohon Dukungannya demi keberlanjutan Jurnalisme dengan menyajikan Fakta bukan Rumor dan nikmati kenyamanannya saat menikmati Berita Kami tanpa iklan melalui like, Gabung dan ikuti terus DINAMIKANEWS.com mulai dari sekarang.

Komentar0

Type above and press Enter to search.