"(Jadi ini yang dibangun ini apa?) Kita sebut hunian," Ujar Dony kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait seperti dikutip dari Instagram @maruararsirait, pada Sabtu (03/04/2026).
Dalam keterangan tertulis, Dony mengatakan pembangunan hunian ini akan melibatkan sejumlah BUMN konstruksi, seperti Hutama Karya, PP, dan WIKA.
"Hari ini sesuai janji kami kemarin, kita mulai proses pembangunan hunian. Ada tim dari Hutama Karya, PP, dan WIKA yang bekerja. Kurang lebih 470 orang kita turunkan di lokasi ini. Target penyelesaian kita tanggal 15 Juni 2026 dan bisa segera diserahkan kepada warga yang membutuhkan," ucap Dony.
Sementara itu, Marurar Sirait atau kerap disapa Ara menyampaikan permukiman di bantaran rel di kawasan Senen sudah masuk tahap clearing area. Di sisi lain, desain bangunannya juga sudah siap.
"Kemarin kita rapat dengan Pak Doni di Gedung BP BUMN sebagai Kepala Badannya, kemudian juga bersama BUMN yang memiliki tanah ini, yaitu Angkasa Pura. Hari ini saya senang sekali melihat kesiapan yang sangat cepat. Prosesnya sudah berjalan, bahkan sudah ada yang mulai clearing. Pegawai juga sudah mulai bekerja dan gambarnya juga sudah diberikan dengan rencana yang jelas," Ungkap Ara.
Total hunian yang akan dibangun di kawasan tersebut sebanyak 324 unit. Hunian tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas ruang terbuka untuk mendukung kenyamanan warga, khususnya anak-anak.
"Totalnya ada 324 unit yang akan dibangun di sini. Kemudian juga akan ada ruang terbuka untuk bermain anak-anak. Jadi ini merupakan kerja sama yang baik, tanahnya milik Angkasa Pura dan pembangunan dilakukan secara kolaboratif," Jelasnya.
Setelah di kawasan Senen, lokasi berikutnya adalah Tanah Abang dan Kampung Bandan pada akhir pekan ini.
"Nanti hari Minggu jam 3 sore, Pak Doni dan saya akan bertemu di lahan milik Kereta Api di Tanah Abang dan Kampung Bandan. Ini menunjukkan negara hadir, BUMN hadir, dan ada dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemda DKI Jakarta dalam perizinan. Ini kolaborasi yang baik sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar kita bekerja cepat sehingga warga yang tinggal di bantaran rel bisa segera menempati hunian yang layak," terangnya.
Sementara itu, sebelumnya diberitakan bahwa hunian pengganti untuk warga bantaran rel di kawasan Senen adalah rumah susun (rusun). Hal ini disampaikan oleh Ara pada Minggu (29/03/2026). Ia mengatakan terdapat beberapa opsi pihak yang membangun. Skema pembiayaan dan pembangunan rusun itu akan ditentukan oleh Kepala BP BUMN Dony Oskaria pada Rabu (01/04/2026).
Opsi pertama adalah pembangunan dilakukan oleh Perumnas dengan dana negara. Kedua adalah pembangunan oleh pihak swasta melalui program corporate social responsibility (CSR).
"Ini akan diputuskan hari Rabu jam 1 siang akan di tentukan skemanya seperti apa. Yang pasti ini akan segera dibangun (rusun)," Ujarnya.
Sementara itu, Dony mengatakan rusun akan dibangun bagi masyarakat yang belum mempunyai rumah. Pembangunan ditargetkan mulai pada Mei mendatang.
"Kita akan putuskan dan groundbreaking kita harapkan bulan Mei akan kita mulai karena kita butuh kecepatan," Pungkas Dony.(B4r/Pray)
Kami DINAMIKANEWS.com akan selalu berkomitmen memberikan fakta, terpercaya bukan Rumor, dan berimbang. Mohon Dukungannya demi keberlanjutan Jurnalisme dengan menyajikan Fakta bukan Rumor dan nikmati kenyamanannya saat menikmati Berita Kami tanpa iklan melalui like, Share, Gabung dan ikuti terus Link Berita DINAMIKANEWS.com mulai dari sekarang.
Komentar0