Dalam sesi konferensi pers usai laga, Roland mengungkapkan kalau timnya sebenarnya telah mengantisipasi gaya main agresif dari Tim Garuda Muda.
"Ya, kami bersiap menghadapi tekanan (press) dari Indonesia. Kami sudah membicarakan situasi ini dengan para pemain," Ujar Roland di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (19/04/2026) malam.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya, di mana tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto justru tampil sangat pasif.
"Tapi saya sedikit terkejut ketika melihat Indonesia hanya menunggu kami, hanya menunggu," Tuturnya.
Pelatih asal Brasil tersebut pun menyayangkan keputusan Indonesia yang lebih banyak menumpuk pemain dan menunggu di area pertahanan sendiri.
Memasuki babak kedua, Roland sempat memprediksi akan ada perubahan taktikal dari kubu Indonesia untuk tampil lebih menyerang demi memburu kemenangan.
Tapi hasilnya, tak ada perubahan berarti. Indonesia hanya sesekali mengancam lewat serangan balik. Hal itu membuat Roland merasa heran.
"Dan saya rasa di babak kedua pun, mereka sebenarnya bisa mengubah hal itu, tapi mereka tetap bermain sama. Tentu saja mereka mencoba menciptakan beberapa peluang, tapi saya agak terkejut," Jelasnya.
Hasil imbang 0-0 ini sekaligus memastikan langkah Indonesia di Piala AFF U-17 2026 terhenti di fase grup, sementara Vietnam tetap melaju ke babak semifinal.(Lif/Noy)
Kami DINAMIKANEWS.com akan selalu berkomitmen memberikan fakta, terpercaya bukan Rumor, dan berimbang. Mohon Dukungannya demi keberlanjutan Jurnalisme dengan menyajikan Fakta bukan Rumor dan nikmati kenyamanannya saat menikmati Berita Kami tanpa iklan melalui like, Share, Gabung dan ikuti terus Link Berita DINAMIKANEWS.com mulai dari sekarang.
Komentar0