Dalam kunjungannya Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria di kawasan Senen, perwakilan BUMN konstruksi, yakni Hutama Karya menjelaskan bahwa rumah pengganti yang akan dibangun itu terdiri dari 1 ruangan dengan 2 tempat tidur dan lemari.
"Satu rumah itu ukurannya 4,5x4,5 meter. Hanya satu ruangan plong gitu pak. Hanya dilengkapi dengan 2 tempat tidur dan lemari serta kipas angin," Jelas salah satu perwakilan Hutama Karya, seperti dikutip dari unggahan Menteri PKP Maruarar Sirait @maruararsirait pada Sabtu (03/04/2026).
Lahan yang dipakai untuk pembangunan rumah tersebut adalah milik Angkasa Pura seluas 5.600 meter persegi. Dari 324 unit yang akan dibangun, lokasi permukiman akan dibagi menjadi dua bagian. Di antara hunian tersebut akan ada ruang terbuka untuk taman bermain anak-anak. Setiap rumah juga akan mendapatkan air dari PDAM dan listrik.
"Luas tanah 5.600 meter persegi. Di lokasi ini rencananya kami bangun 172 unit terus yang area depan 152 unit, total 324 unit. Dengan kondisi, masjid di sini tidak akan dibongkar, terus di sini adalah taman untuk anak-anak," Terangnya.
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria pun mengungkapkan 342 hunian tersebut akan selesai pada 15 Juni 2026.
"Jadi akan selesai pada 15 Juni. Kita mulai hari ini, targetnya 2,5 bulan," Jelasnya.
Dalam keterangan tertulisnya, Dony mengatakan pembangunan hunian ini akan melibatkan sejumlah BUMN konstruksi, seperti Hutama Karya, PP, dan WIKA.
"Hari ini sesuai janji kami kemarin, kita mulai proses pembangunan hunian. Ada tim dari Hutama Karya, PP, dan WIKA yang bekerja. Kurang lebih 470 orang kita turunkan di lokasi ini. Target penyelesaian kita tanggal 15 Juni 2026 dan bisa segera diserahkan kepada warga yang membutuhkan," Kata Dony.
Setelah di kawasan Senen, nanti lokasi berikutnya adalah Tanah Abang dan Kampung Bandan pada akhir pekan ini.
"Nanti hari Minggu jam 3 sore, Pak Doni dan saya akan bertemu di lahan milik Kereta Api di Tanah Abang dan Kampung Bandan. Ini menunjukkan negara benar-benar hadir, BUMN hadir, dan ada dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemda DKI Jakarta dalam hal perizinan. Ini kolaborasi yang baik sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar kita bekerja cepat sehingga warga yang tinggal di bantaran rel bisa segera menempati hunian yang layak," Pungkasnya.
(Noy/B4r)
Kami DINAMIKANEWS.com akan selalu berkomitmen memberikan fakta, terpercaya bukan Rumor, dan berimbang. Mohon Dukungannya demi keberlanjutan Jurnalisme dengan menyajikan Fakta bukan Rumor dan nikmati kenyamanannya saat menikmati Berita Kami tanpa iklan melalui like, Share, Gabung dan ikuti terus Link Berita DINAMIKANEWS.com mulai dari sekarang.
Komentar0