TpG5GSM5GfO7GpdlTpW0TUdpBY==

Kemunculan Kapal Selam Pakistan di Perairan Jakarta, TNI AL kerahkan 2 KRI

Jakarta, DINAMIKANEWS.com – TNI AL langsung menerjunkan dua kapal perang berkemampuan jelajah tinggi ke Laut Jawa. Langkah taktis ini diambil untuk merespons kehadiran kapal selam milik Angkatan Laut Pakistan yang terdeteksi mengarungi perairan Jakarta.

Aksi tersebut menjadi bagian dari manuver puncak latihan bersama bertajuk “Teman E Bahr” pada Jumat (22/05/2026). Kehadiran kapal selam bersenjata torpedo bernama PNS Hangor itu langsung disambut oleh kekuatan unsur pemukul garis depan TNI AL.

Tidak tanggung-tanggung dalam menguji kesiapsiagaan prajuritnya, TNI AL mengerahkan KRI Bung Karno-369 serta KRI Wiratno-379. Tidak hanya unsur laut, satu unit helikopter Panther HS-1311 juga ikut mengudara untuk mengawal jalannya latihan tempur dari langit Jakarta.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menegaskan, keberhasilan latihan ini merupakan bukti nyata dari kokohnya diplomasi maritim yang dibangun antara TNI AL dan Angkatan Laut Pakistan.

“Latihan bersama ini merupakan bukti nyata dari kokohnya diplomasi maritim yang dibangun antara Indonesia dan Pakistan. Langkah strategis ini senantiasa didorong oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Jalasena,” ucap Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Jakarta, Sabtu (23/05/2026).

Tunggul menambahkan, melalui latihan di berbagai tingkatan ini, TNI AL berkomitmen penuh untuk memperkuat interoperabilitas atau kemampuan operasi bersama, sekaligus mempererat persahabatan dengan angkatan laut negara sahabat.

Uji Tempur: Manuver Taktis hingga SAR

Dalam latihan puncak di perairan Jakarta ini, kedua angkatan laut menguji ketangkasan antarunsur tempur lewat serangkaian simulasi berpola presisi tinggi.

Materi latihan pertama yang dilakoni adalah tactical maneuvering exercise atau latihan pergerakan formasi taktis. Di sini, KRI Bung Karno-369 dan KRI Wiratno-379 harus menyamakan ritme kecepatan dan posisi di atas air bersama kapal fregat PNS Taimur.

Setelah formasi tempur rapi, mereka melanjutkan dengan sesi photo exercise, yaitu mengambil dokumentasi taktis formasi laut dari udara menggunakan helikopter Panther HS-1311 untuk kepentingan strategi.

Tidak hanya simulasi perang, kedua negara juga mengasah kemampuan kemanusiaan lewat search and rescue exercise. Dalam simulasi ini, prajurit TNI AL dan Angkatan Laut Pakistan memperagakan skenario penyelamatan dan pertolongan darurat terhadap korban yang jatuh atau hilang di tengah laut lepas. Setelah seluruh materi tuntas, latihan ditutup dengan farewell pass, sebuah tradisi penghormatan berpisah di laut sebagai tanda berakhirnya operasi bersama.

Berawal dari Kedatangan Gugus Tugas di Tanjung Priok

Sebelum memanaskan mesin di Laut Jawa, iring-iringan kekuatan Angkatan Laut Pakistan ini sebenarnya sudah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, sejak Selasa (19/05/2026) lalu. Kedatangan gugus tugas yang membawa tiga kapal perang ini bertujuan mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Saat memasuki wilayah teritorial Nusantara pada pertengahan pekan, armada asing ini langsung mendapatkan pengawalan ketat. KRI Wiratno-379 dari Satuan Kapal Korvet (Satkor) Komando Armada (Koarmada) I bertindak sebagai pemandu sepanjang pelayaran melintasi Teluk Jakarta demi menjamin keselamatan navigasi.

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III selaku tuan rumah menyambut kunjungan resmi tersebut di dermaga. Komandan Kodaeral III Laksda TNI Uki Prasetia, yang diwakili oleh Asisten Operasi (Asops) Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel, memimpin prosesi penyambutan bersama Wakil Duta Besar Pakistan Roshan Lal.

“Kehadiran tiga kapal perang Pakistan di Jakarta bukan sekadar singgah secara teknis, melainkan simbol kuatnya hubungan bilateral. Kami berharap sinergi antara TNI AL dan Angkatan Laut Pakistan terus meningkat,” jelas Uki dalam amanat tertulisnya yang dirilis oleh Dispen Kodaeral III, Rabu (20/05/2026).

Spesifikasi Kapal Selam Senyap Pakistan

Gugus tugas yang dipimpin oleh Komandan Skuadron Perusak ke-18 Pakistan Komodor Omar Farooq, ini membawa kombinasi alutsista yang tidak main-main. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kehadiran PNS Hangor, sebuah kapal selam bertenaga diesel-elektrik generasi terbaru. Alutsista bawah air ini mengusung teknologi senyap tingkat tinggi yang sulit terendus radar lawan, serta dibekali senjata torpedo berat untuk menjalankan misi tempur bawah laut.

Selain kapal selam, Pakistan juga menyertakan dua kapal permukaan pelindung. Pertama adalah PNS Taimur, kapal perang jenis fregat kelas Tughril buatan Cina yang memiliki spesifikasi pertahanan udara canggih. Kedua yakni PNS Aslat, fregat kelas F-22P ,Zulfiquar yang andal dalam operasi pengawalan serta dilengkapi landasan helikopter taktis.

Sebelum melakoni simulasi perang di laut, para awak kapal Pakistan telah menjalani serangkaian agenda padat di Jakarta selama tiga hari. Mereka menggelar kunjungan kehormatan kepada pejabat tinggi TNI AL,bertanding olahraga persahabatan, melangsungkan jamuan diplomatik di atas dek kapal, hingga mengadakan tur kota.

Pihak Angkatan Laut Pakistan bahkan sempat membuka sesi open ship alias pameran kapal terbuka bagi personel TNI maupun masyarakat umum yang ingin melihat langsung isi dalam kapal perang tersebut. (#***)



Kami DINAMIKANEWS.com akan selalu berkomitmen memberikan fakta, terpercaya bukan Rumor, dan berimbang. Mohon Dukungannya demi keberlanjutan Jurnalisme dengan menyajikan Fakta bukan Rumor dan nikmati kenyamanannya saat menikmati Berita Kami tanpa iklan melalui like, Share, Gabung dan ikuti terus Link Berita DINAMIKANEWS.com mulai dari sekarang.

Komentar0

Type above and press Enter to search.