Dalam sosialisasi terbaru yang digelar di RW 11 Sumurwangi Lamping pada Minggu pagi (24/05/2026) lalu, warga dengan tegas menyatakan keberatan mereka terhadap megaproyek tersebut.
Suasana forum yang seharusnya menjadi ajang edukasi justru berlangsung tegang setelah sejumlah tokoh masyarakat menyuarakan keraguan mereka atas janji-janji manis teknologi ramah lingkungan yang dipaparkan pemerintah.
Tokoh masyarakat Sumurwangi Lamping, Bapak Ezam, menjadi garda terdepan dalam menyampaikan kegelisahan warga. Menurutnya, masyarakat tidak butuh sekadar presentasi lisan, melainkan komitmen nyata yang memiliki kekuatan hukum.
“Kami menolak pembangunan PSEL di wilayah ini. Kalau memang pemerintah tetap ingin melaksanakan pembangunan, maka pemerintah harus berani bertanggung jawab secara tertulis di atas kertas bahwa ke depan tidak akan ada bau maupun dampak lingkungan terhadap warga,” pungkas Bapak Ezam di hadapan para pejabat Pemkot Bogor.
Ezam menambahkan bahwa warga merasa trauma dengan janji-janji pembangunan yang sering kali mengabaikan aspek kesehatan jangka panjang bagi pemukiman yang berada di garis terdepan lokasi proyek.
Penolakan warga bukan tanpa alasan teknis. Berdasarkan aspirasi yang berkembang dalam pertemuan tersebut, terdapat tiga poin utama yang menjadi kekhawatiran warga RW 11 Kayumanis:
Ini yang menjadi kekhawatiran warga RW 11 Kayumanis:
- Pencemaran Udara: Emisi dari proses pengolahan sampah dikhawatirkan menurunkan kualitas udara di sekitar pemukiman.
- Polusi Bau: Dampak aroma tidak sedap dari aktivitas truk pengangkut sampah yang akan melintas setiap hari.
- Kenyamanan Lingkungan: Terganggunya ketenangan wilayah yang selama ini jauh dari kebisingan industri pengolahan limbah.
- Warga menuntut transparansi total mengenai dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan meminta dilibatkan dalam setiap proses audit teknologi yang akan digunakan.
Di sisi lain, perwakilan Pemerintah Kota Bogor telah menjelaskan bahwa PSEL merupakan solusi permanen atas darurat sampah yang menghantui Kota Hujan. Proyek ini diklaim akan menggunakan teknologi terbaru yang telah sukses diterapkan di berbagai negara maju tanpa menimbulkan gangguan bagi warga sekitar.
Pemkot Bogor menyebut PSEL sebagai bagian dari modernisasi tata kelola kota yang ramah lingkungan dan mampu mengubah beban sampah menjadi sumber energi listrik yang bermanfaat bagi publik.
Hingga kegiatan sosialisasi ini berakhir pun belum tercapai titik temu antara keinginan warga dengan rencana pemerintah. (Hen/Man)
Kami DINAMIKANEWS.com akan selalu berkomitmen memberikan fakta, terpercaya bukan Rumor, dan berimbang. Mohon Dukungannya demi keberlanjutan Jurnalisme dengan menyajikan Fakta bukan Rumor dan nikmati kenyamanannya saat menikmati Berita Kami tanpa iklan melalui like, Share, Gabung dan ikuti terus Link Berita DINAMIKANEWS.com mulai dari sekarang.
Komentar0