TpG5GSM5GfO7GpdlTpW0TUdpBY==

Aktifis Ivan Alghifari: Jika Wakil Rakyat Benar-Benar Bekerja untuk Rakyat, Jangan pernah Takut untuk di PAW

Sukabumi, DINAMIKANEWS.com -- Massa Aksi Bela Rakyat (AKBAR) 2626 jilid II di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, pada Jumat (26/06/2026), Aksi massa bukan hanya sekedar menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga sebagai panggung kritik keras terhadap sikap Pemerintah Kota dan DPRD Kota Sukabumi.

Dalam orasinya, aktivis Ivan Al Ghifari melontarkan kritik tajam terhadap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi yang dinilai tidak menghargai kehadiran massa aksi. Menurutnya, kekecewaan masyarakat semakin besar karena kepala daerah tidak mau hadir langsung menemui massa Aksi.

“Kami sudah menyampaikan aspirasi di Balai Kota, tetapi kami tidak dihargai sama sekali oleh tuan rumah. Kami hanya ditemui Sekda dan Asda. Padahal dulu, saat membutuhkan suara rakyat, mereka datang mengetuk pintu-pintu rumah warga,” ujar Ivan di hadapan massa aksi.

Aksi Kritik Ivan tidak hanya berhenti di Balai Kota. Di hadapan Gedung DPRD, ia mempertanyakan keberpihakan para wakil rakyat terhadap aspirasi masyarakat, khususnya terkait dorongan penggunaan hak angket.

Menurutnya, masyarakat sudah cukup lama menunggu langkah konkret dari Anggota DPRD. Namun hingga kini, publik belum melihat keseriusan yang nyata dari Petinggi DPRD. 

“Hari ini kami datang untuk menagih janji. Sejauh mana langkah DPRD untuk merespons tuntutan masyarakat terkait hak angket? Kami butuh bukti, bukan sekadar pernyataan dan janji semata,” ucapnya.

Manta ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) itu menilai, munculnya kekhawatiran sejumlah anggota DPRD terhadap ancaman Pergantian Antar Waktu (PAW) justru menimbulkan banyak pertanyaan besar mengenai posisi dan keberpihakan para legislator.

“Kalau anggota DPRD takut untuk menyuarakan aspirasi rakyat karena khawatir di-PAW, lalu sebenarnya mereka bekerja untuk siapa? Untuk rakyat atau untuk kepentingan partai?” tegasnya.

Menurutnya, anggota DPRD dipilih oleh rakyat sehingga semestinya kepentingan rakyat lah yang harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan politik apa pun.

“Jangan takut di-PAW kalau memang bekerja untuk rakyat. Karena kursi yang kalian duduki hari ini berasal dari suara rakyat, bukan dari ruang-ruang kekuasaan,” Jelasnya yang disambut sorak massa.

Pernyataan Ivan tersebut menjadi refleksi bahwa demokrasi tidak hanya diukur dari seberapa sering pemilu dilaksanakan, tetapi juga dari keberanian para wakil rakyat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, meski harus berhadapan dengan tekanan politik.

Menurutnya, rakyat tidak memilih wakilnya untuk menjadi penjaga kepentingan Partainya. Justru Rakyat memilih wakilnya untuk memastikan suara mereka tetap hidup di ruang-ruang kekuasaan.

Dan ketika wakil rakyat lebih takut kehilangan kursi daripada kehilangan kepercayaan rakyat, sesungguhnya demokrasi sedang menghadapi ujian terbesarnya. (Hen/Afi)


Kami DINAMIKANEWS.com akan selalu berkomitmen memberikan fakta, terpercaya bukan Rumor, dan berimbang. Mohon Dukungannya demi keberlanjutan Jurnalisme dengan menyajikan Fakta bukan Rumor dan nikmati kenyamanannya saat menikmati Berita Kami tanpa iklan melalui like, Share, Gabung dan ikuti terus Link Berita DINAMIKANEWS.com mulai dari sekarang.

Komentar0

Type above and press Enter to search.