Menurut Amir Hamzah, publik harus memahami bahwa setiap laporan dari lembaga keuangan internasional maupun media ekonomi global tidak pernah hadir dalam ruang yang benar-benar steril dari kepentingan. Meski disusun dengan data, statistik, dan argumentasi ilmiah, narasi yang dibangun tetap berpotensi mencerminkan kepentingan kelompok ekonomi tertentu yang memiliki agenda terhadap arah kebijakan sebuah negara.
“Bloomberg adalah institusi media yang memiliki reputasi tinggi dan basis data yang kuat. Karena itu, kritik mereka tidak boleh diabaikan begitu saja. Namun, kita juga harus memahami bahwa dalam geopolitik ekonomi global, informasi sering kali menjadi instrumen untuk mempengaruhi persepsi pasar dan arah kebijakan negara-negara berkembang,” ucap Amir Hamzah kepada Dinamikanews.com, Selasa (23/06/2026).
Amir menjelaskan, kritik terhadap pemerintahan Prabowo pada dasarnya berangkat dari benturan dua paradigma ekonomi yang berbeda.
Di satu sisi terdapat pendekatan pasar bebas yang menghendaki minimnya intervensi negara dalam kegiatan ekonomi. Di sisi lain terdapat pendekatan yang menempatkan negara sebagai aktor utama dalam mengelola sumber daya strategis dan menentukan arah pembangunan nasional.
Menurutnya, Presiden Prabowo sejak awal menunjukkan kecenderungan pada paradigma kedua.
“Prabowo berkali-kali menegaskan pentingnya Pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Ini adalah konsep ekonomi konstitusi yang berbeda dengan pendekatan kapitalisme liberal yang menyerahkan mekanisme ekonomi sepenuhnya kepada pasar,” jelasnya.
Dalam perspektif geopolitik, lanjut Amir, kebijakan yang memperkuat peran negara sering kali mendapat resistensi dari kelompok-kelompok ekonomi internasional yang selama ini memperoleh keuntungan dari sistem pasar yang lebih terbuka.
“Ketika negara ingin memperbesar kendali terhadap sumber daya alam, energi, hilirisasi, dan investasi strategis, tentu akan muncul reaksi dari pihak-pihak yang merasa ruang geraknya menjadi lebih terbatas. Itu fenomena yang terjadi bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di banyak negara berkembang lainnya,” ucapnya.
Meskipun demikian, Amir menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap substansi kritik yang disampaikan Bloomberg.
Menurutnya, pasar global bergerak berdasarkan persepsi dan kepercayaan. Karena itu, konsistensi kebijakan, kepastian regulasi, dan komunikasi yang jelas tetap menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi.
“Kalau ada kritik mengenai koordinasi kebijakan yang kurang solid, komunikasi pemerintah yang belum sinkron, atau perubahan regulasi yang terlalu sering, maka itu harus dijadikan bahan evaluasi. Tidak perlu defensif. Justru pemerintah harus mampu membuktikan bahwa kebijakan yang diambil memang memiliki landasan yang kuat dan arah yang jelas,” Bebernya.
Amir menilai bahwa tantangan terbesar pemerintahan Prabowo saat ini bukan semata-mata menarik investasi, melainkan menciptakan keseimbangan antara kepentingan investor dan kepentingan nasional.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh terjebak dalam dua ekstrem. Di satu sisi terlalu tunduk pada tekanan pasar global, tetapi di sisi lainnya juga tidak boleh mengabaikan pentingnya kepastian usaha yang dibutuhkan investor.
“Negara harus hadir, tetapi negara juga harus mampu memberikan kepastian. Investor membutuhkan prediktabilitas. Mereka ingin tahu bahwa aturan yang dibuat hari ini masih relevan besok dan tidak berubah secara mendadak. Di sinilah pentingnya tata kelola kebijakan yang baik,” katanya.
Dalam analisis intelijennya, Amir melihat bahwa saat ini persaingan antarnegara tidak lagi hanya terjadi melalui kekuatan militer atau ekonomi semata, melainkan juga melalui penguasaan narasi informasi.
Menurutnya, laporan-laporan yang mempengaruhi persepsi pasar dapat berdampak besar terhadap arus modal, nilai tukar mata uang, hingga kepercayaan investor.
“Di era sekarang, perang informasi menjadi bagian dari instrumen geopolitik. Sebuah laporan yang dibaca oleh pelaku pasar global bisa mempengaruhi keputusan investasi bernilai miliaran dolar. Karena itu pemerintah harus memiliki kemampuan komunikasi strategis yang kuat untuk menjelaskan arah kebijakan nasional kepada dunia internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam besar, posisi strategis di Indo-Pasifik, dan populasi lebih dari 280 juta jiwa akan selalu menjadi arena tarik-menarik kepentingan global.
“Indonesia terlalu besar untuk diabaikan. Karena itu setiap kebijakan ekonomi nasional pasti akan mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung,” ungkap Amir.
Amir menilai laporan Bloomberg seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai momentum untuk memperkuat kualitas pengambilan keputusan pemerintah.
Menurutnya, tim ekonomi nasional perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kebijakan strategis yang berdampak langsung pada persepsi pasar.
“Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan besar memiliki kajian yang komprehensif, komunikasi yang baik, dan koordinasi yang kuat antar kementerian serta lembaga. Dengan begitu Indonesia tetap bisa mempertahankan kedaulatan ekonominya tanpa kehilangan kepercayaan investor,” ujarnya.
Pada akhirnya, Amir menegaskan bahwa keberhasilan pemerintahan Prabowo akan ditentukan oleh kemampuannya menjaga keseimbangan antara nasionalisme ekonomi dan kebutuhan akan investasi.
“Pasal 33 tidak boleh ditinggalkan. Peran negara tetap penting. Namun negara juga harus menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan menghasilkan kepastian, efisiensi, dan kemajuan ekonomi. Jika keseimbangan itu tercapai, Indonesia justru akan menjadi kekuatan ekonomi yang semakin diperhitungkan di tengah perubahan geopolitik global,” Tutup Amir.(Pray/oNe)
Kami DINAMIKANEWS.com akan selalu berkomitmen memberikan fakta, terpercaya bukan Rumor, dan berimbang. Mohon Dukungannya demi keberlanjutan Jurnalisme dengan menyajikan Fakta bukan Rumor dan nikmati kenyamanannya saat menikmati Berita Kami tanpa iklan melalui like, Share, Gabung dan ikuti terus Link Berita DINAMIKANEWS.com mulai dari sekarang.
Komentar0