Kehadiran kesenian khas Ponorogo, Jawa Timur, itu menjadi simbol keberagaman budaya yang tumbuh dan hidup di Jakarta. Josephine menilai pertunjukan tersebut mencerminkan keterbukaan Ibu Kota terhadap masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
“Jakarta Timur ada Reog dari wilayah lain Indonesia. Artinya Jakarta sudah membaur dengan warga dari berbagai daerah. Saya bersyukur tidak ada perbedaan antara mereka yang datang dan mereka yang menetap di sini,” ucap Josephine saat membuka kegiatan reses.
Menurutnya, Jakarta telah membuktikan diri sebagai kota yang benar-benar terbuka, bukan hanya dalam wacana, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.
“Jakarta sebagai daerah yang terbuka itu benar-benar terbuka. Bukan hanya dalam ucapan semata, tetapi juga dalam hati dan pikiran. Hal seperti inilah yang harus terus dibangun untuk mewujudkan Jakarta yang lebih baik,” katanya.
Josephine juga menyoroti keberagaman identitas warga Jakarta yang berasal dari berbagai suku dan daerah. Menurutnya, perbedaan latar belakang tidak menghalangi masyarakat untuk menjadi bagian dari Jakarta.
Sementara itu, Ketua DPC PSI Matraman, Yudhi, mengatakan penampilan Reog tersebut merupakan kejutan dari warga sebagai bentuk apresiasi terhadap perhatian Josephine terhadap kegiatan seni dan budaya di lingkungan masyarakat.
“Ini murni inisiatif warga. Mereka ingin menunjukkan rasa terima kasih karena Bu Josephine selama ini dinilai telah mendukung kegiatan seni dan budaya,” ujar Yudhi.
Suasana yang hangat dan penuh kebersamaan sangat terasa saat iringan musik Reog dan atraksi para penari mengawali kegiatan reses. Setelah pertunjukan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi dialog antara warga dan anggota dewan.
Dalam forum tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari bantuan sosial, peningkatan pelayanan publik, hingga kebutuhan perbaikan fasilitas lingkungan.
Josephine menegaskan seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan dalam pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di DPRD DKI Jakarta.
“Reses ini bukan sekadar agenda formal anggota dewan. Ini adalah kesempatan untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab persoalan di lapangan,” jelasnya.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi foto bersama antara Josephine Simanjuntak dan warga yang hadir. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang untuk mempererat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat di daerah pemilihannya.(Lif/Pray)
Kami DINAMIKANEWS.com akan selalu berkomitmen memberikan fakta, terpercaya bukan Rumor, dan berimbang. Mohon Dukungannya demi keberlanjutan Jurnalisme dengan menyajikan Fakta bukan Rumor dan nikmati kenyamanannya saat menikmati Berita Kami tanpa iklan melalui like, Share, Gabung dan ikuti terus Link Berita DINAMIKANEWS.com mulai dari sekarang.
Komentar0