TpG5GSM5GfO7GpdlTpW0TUdpBY==

Pengamat: Di Luar Blok Masela, Maluku ada 25 Blok Migas yang harus di Perhatikan Presiden, dan Blok Masela Harus prioritaskan Kesejahteraan Daerah

Jakarta, DINAMIKANEWS.com -- Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela berpotensi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mengubah wajah pembangunan di Provinsi Maluku apabila dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat daerah.

Menurutnya, potensi cadangan gas yang dimiliki Blok Masela sangat besar sehingga dapat menjadikan Maluku sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

"Blok Masela ini jika terealisasi dengan baik bisa seperti Qatar. Potensinya sangat besar, termasuk untuk membangun infrastruktur di Maluku dan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," Ucap Amir Hamzah kepada Dinamikanews.com, Senin (20/07/2026).

Ia menegaskan, pemerintah pusat harus memastikan bahwa masyarakat Maluku tidak hanya menjadi penonton dalam pengelolaan proyek migas bernilai ratusan triliun rupiah tersebut.

Amir juga mengingatkan adanya ketentuan mengenai Participating Interest (PI) 10 persen yang menjadi hak pemerintah daerah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Menurutnya, PI merupakan instrumen penting agar daerah penghasil ikut menikmati manfaat ekonomi dari eksploitasi sumber daya alam.

"Yang dipertanyakan masyarakat Maluku adalah realisasi PI 10 persen tersebut. Pemerintah daerah harus memiliki saham agar hasil pengelolaan Blok Masela benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat setempat," Jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan PI 10 persen dimaksudkan agar daerah memperoleh manfaat langsung dari kegiatan usaha hulu migas melalui kepemilikan saham pada wilayah kerja yang beroperasi di daerah tersebut.

Selain kepemilikan saham, Amir juga menyoroti pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut.

Menurut Amir, proyek Blok Masela diperkirakan akan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja, sehingga pemerintah perlu memastikan masyarakat Maluku memperoleh kesempatan yang besar untuk terlibat.

"Tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas. Dampak ekonominya harus benar-benar dirasakan masyarakat Maluku," Ujarnya.

Amir juga mengungkapkan bahwa Blok Masela tidak hanya menghasilkan LNG, tetapi juga berbagai produk bernilai tambah lainnya.

Produksi utama proyek tersebut meliputi Liquefied Natural Gas (LNG), Liquefied Petroleum Gas (LPG), serta kondensat yang memiliki berbagai produk turunan bagi industri petrokimia.

"Masela memiliki tiga produk utama, yaitu LNG, LPG, dan kondensat. Setiap produk memiliki nilai ekonomi dan industri turunannya masing-masing," Tuturnya.

Sebagaimana diketahui, proyek raksasa LNG Abadi Blok Masela resmi memasuki tahap konstruksi setelah dilakukan groundbreaking pada 16 Juli 2026.

Nilai investasi proyek ini mencapai sekitar USD20,9 miliar atau sekitar Rp390 triliun, menjadikannya salah satu investasi terbesar di sektor energi Indonesia.

Konsorsium pengelola proyek terdiri atas INPEX Masela Ltd sebagai operator dengan kepemilikan 65 persen, PT Pertamina Hulu Energi (PHE Masela) sebesar 20 persen, dan Petronas Masela Sdn. Bhd. sebesar 15 persen.

Proyek yang berlokasi di Kepulauan Tanimbar, Maluku, tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada 2029.

Dalam tahap operasional, Blok Masela diproyeksikan menghasilkan sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 juta kaki kubik standar gas pipa per hari, serta sekitar 35.000 barel kondensat per hari.

Amir menilai, besarnya potensi tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia.

Ia juga mengingatkan bahwa Maluku masih memiliki potensi migas yang sangat besar di luar Blok Masela.

"Ada sekitar 25 blok minyak dan gas di Maluku yang harus mendapat perhatian Presiden Prabowo. Jangan sampai kekayaan alam yang begitu besar tidak memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat daerah," Tutupnya.(Lif/Put)


Kami DINAMIKANEWS.com akan selalu berkomitmen memberikan fakta, terpercaya bukan Rumor, dan berimbang. Mohon Dukungannya demi keberlanjutan Jurnalisme dengan menyajikan Fakta bukan Rumor dan nikmati kenyamanannya saat menikmati Berita Kami tanpa iklan melalui like, Share, Gabung dan ikuti terus Link Berita DINAMIKANEWS.com mulai dari sekarang.

Komentar0

Type above and press Enter to search.