Dalam lampiran Perpres tersebut, pemerintah memasukkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai salah satu bentuk ancaman nonmiliter pada dimensi sosial budaya. Ketentuan ini kemudian menjadi dasar berbagai kementerian dan lembaga untuk menyusun langkah-langkah edukasi maupun kebijakan sesuai kewenangannya.
Menurutnya, ancaman terhadap sebuah negara pada era modern tidak lagi selalu berbentuk invasi militer. Perkembangan geopolitik menunjukkan bahwa kompetisi antarnegara semakin banyak berlangsung melalui pengaruh ideologi, budaya, informasi, ekonomi, hingga pembentukan opini publik.
"Perang modern telah bergeser dari penggunaan kekuatan senjata menuju perebutan ruang budaya, ruang informasi, dan ruang sosial. Karena itu negara wajib mencermati setiap aktivitas yang berpotensi memengaruhi ketahanan nasional," katanya, Kamis (09/07/2026).
Amir menjelaskan bahwa dalam studi intelijen strategis, ancaman nonmiliter merupakan segala bentuk aktivitas yang berpotensi melemahkan daya tahan bangsa tanpa menggunakan kekuatan bersenjata.
Menurutnya, terdapat beberapa indikator yang lazim dianalisis aparat intelijen, antara lain: potensi pengaruh terhadap ketahanan ideologi; dampak terhadap ketahanan sosial budaya; kemungkinan munculnya polarisasi masyarakat; keterlibatan jaringan internasional; potensi tekanan terhadap kebijakan nasional.
Ia menilai setiap kegiatan berskala internasional yang berkaitan dengan isu sensitif sewajarnya dipetakan melalui analisis risiko oleh aparat negara.
Amir juga mengemukakan bahwa kompetisi geopolitik dewasa ini tidak hanya menyangkut perebutan wilayah, energi, maupun teknologi, tetapi juga pertarungan nilai (battle of values).
Menurutnya, berbagai negara memiliki sistem nilai berbeda yang menjadi bagian dari identitas nasional masing-masing. Indonesia, kata dia, mendasarkan kehidupan berbangsa pada Pancasila, UUD 1945, nilai agama, dan norma sosial yang berkembang di masyarakat.
"Dalam perspektif geopolitik, setiap negara memiliki hak mempertahankan identitas nasionalnya. Negara juga berhak menyusun kebijakan untuk menjaga ketahanan sosial sesuai konstitusi dan hukum nasional," ucapnya.
Perpres Nomor 111 Tahun 2025 mengelompokkan ancaman terhadap pertahanan negara ke dalam ancaman militer, nonmiliter, dan hibrida. Di dalam kategori ancaman nonmiliter, pemerintah mencantumkan penyebaran budaya LGBTQ bersama berbagai tantangan sosial lainnya. Kebijakan tersebut belakangan mendapat dukungan dari sejumlah pihak, sementara Kementerian Agama menyatakan akan menyiapkan materi edukasi sesuai arah kebijakan tersebut.
Amir menilai keberadaan Perpres tersebut menunjukkan bahwa pemerintah telah memberikan kerangka kebijakan mengenai cara memandang ancaman nonmiliter terhadap ketahanan bangsa.
Namun demikian, ia menekankan bahwa tindakan pemerintah terhadap suatu kegiatan tetap harus dilakukan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, penilaian aparat yang berwenang, serta penghormatan terhadap prosedur hukum.
Dalam pandangan Amir, aparat keamanan dan intelijen perlu melakukan langkah-langkah mitigasi sejak dini apabila terdapat kegiatan yang dinilai memiliki potensi mengganggu ketertiban umum atau bertentangan dengan kebijakan nasional.
Mitigasi tersebut, menurutnya, dapat berupa pemetaan risiko, pengawasan situasi, koordinasi lintas instansi, serta penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan.
Ia menambahkan bahwa setiap keputusan mengenai pembatasan, pengamanan, atau tindakan lain terhadap suatu kegiatan merupakan kewenangan aparat dan pemerintah sesuai dasar hukum yang berlaku, bukan semata-mata berdasarkan opini publik.
Amir menutup analisanya dengan menegaskan bahwa ketahanan nasional tidak hanya dibangun melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui penguatan keluarga, pendidikan, budaya, agama, dan karakter bangsa.
"Indonesia menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks. Ancaman nonmiliter harus dihadapi dengan penguatan ideologi, pendidikan, serta penegakan hukum yang berjalan sesuai konstitusi," Pungkasnya. (lif/B4r)
Kami DINAMIKANEWS.com akan selalu berkomitmen memberikan fakta, terpercaya bukan Rumor, dan berimbang. Mohon Dukungannya demi keberlanjutan Jurnalisme dengan menyajikan Fakta bukan Rumor dan nikmati kenyamanannya saat menikmati Berita Kami tanpa iklan melalui like, Share, Gabung dan ikuti terus Link Berita DINAMIKANEWS.com mulai dari sekarang.
Komentar0