Dalam pernyataan kepada wartawan pada Rabu (15/07/2026), Anwar menyampaikan pemerintah Malaysia tidak akan berkompromi dan akan mendeportasi warga negara Israel yang terdeteksi memasuki Malaysia.
Ia menegaskan posisi Malaysia yang tidak pernah mengakui Israel.
"Kami sedang menyelidiki. kami tidak mengizinkannya. Jika ada, tentu saja ada tindakan yang harus diambil. Apabila ada warga negara Israel, mereka akan segera diusir (dari Malaysia) karena kami tidak mengakui (negara) mereka," Ujar Anwar, seperti dikutip Bernama.
Anwar bicara tentang penyelidikan terkait dugaan bahwa warga Israel terdeteksi memasuki Malaysia dengan dua dokumen kewarganegaraan. Aksi itu terdeteksi di negara bagian Johor.
Anwar menegaskan masalah ini sedang ditangani pihak berwenang dan kementerian terkait akan segara menyampaikan detailnya.
"Semua lembaga telah melakukan penyelidikan. Saya yakin Menteri Pendidikan Tinggi Datuk Seri Dr Zambry Abdul Kadir akan memberikan jawaban," Ucapnya.
Pada Selasa (14/07/2026), Pemerintah Negara Bagian Johor mendesak Kementerian Dalam Negeri dan lembaga terkait untuk melakukan penyelidikan terhadap operasional "Network School" di Forest City, yang diduga diikuti warga Israel.
Menteri Johor Onn Hafiz Ghazi mengatakan warga Israel tersebut diyakini menggunakan paspor negara lain untuk memasuki Malaysia guna berpartisipasi dalam program tersebut. Hal ini telah memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.#***
Kami DINAMIKANEWS.com akan selalu berkomitmen memberikan fakta, terpercaya bukan Rumor, dan berimbang. Mohon Dukungannya demi keberlanjutan Jurnalisme dengan menyajikan Fakta bukan Rumor dan nikmati kenyamanannya saat menikmati Berita Kami tanpa iklan melalui like, Share, Gabung dan ikuti terus Link Berita DINAMIKANEWS.com mulai dari sekarang.
Komentar0