"Saya sudah meminta ini untuk didalami apa motif utama, dan apa keinginannya," Ujar Pramono saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/08/2026).
"Kalau memang ini berniat tidak baik, tentunya karena kemarin semuanya yang tidak disadari adalah siapapun yang melakukan itu sudah terekam secara lengkap dalam CCTV yang dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta," lanjutnya.
Pramono mengatakan, meski kawasan GBK berada di bawah kewenangan pengelolaan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap ikut bertanggung jawab karena lokasi tersebut berada di wilayah Jakarta. “Kebetulan di GBK itu sebenarnya kewenangannya sepenuhnya adalah manajemen yang diatur oleh pemerintah pusat. Tetapi bagaimanapun itu karena terjadi di Jakarta, kami juga bertanggung jawab untuk itu,” jelas dia.
Sebelumnya, video seorang pria yang diduga sedang mengecek nomor rangka mobil di kawasan GBK viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun Threads @dr.bebby_linn, terlihat sebuah mobil hitam berhenti melintang di dekat kendaraan yang sedang terparkir.
Dua orang kemudian turun dari mobil tersebut. Salah seorang terlihat mendekati mobil yang terparkir, sementara seorang lainnya berjaga. Dalam video tersebut, salah satu pria terlihat masuk ke bagian bawah mobil untuk memeriksa bagian nomor rangka kendaraan. “Buat kalian yang suka ke GBK hati-hati ya gaes, barusan aku lihat pas masuk mobil habis jogging. @infogbk tolong perhatikan keamanan warga #wargajagawarga,” tulis akun tersebut. Direktur Umum Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) Hadi Sulistia mengatakan, pihaknya tidak mengetahui langsung kejadian tersebut. Namun, setelah video itu diketahui, PPK GBK langsung melakukan pemeriksaan internal untuk mencari tahu apa yang terjadi. “GBK tidak mengetahui secara langsung, tetapi segera melakukan investigasi internal secara menyeluruh atas laporan yang masuk,” ujar Hadi seperti di kutip Kompas.com, Rabu (19/08/2026).
Hadi mengatakan, sampai sekarang belum ada laporan dari pemilik mobil atau pengunjung yang merasa dirugikan akibat kejadian tersebut. Meski begitu, PPK GBK tetap memeriksa informasi yang beredar.
PPK GBK juga berkoordinasi dengan Polsek Tanah Abang untuk memastikan kejadian tersebut tidak berkaitan dengan tindak pidana.
“GBK sedang berkoordinasi dengan Polsek Tanah Abang untuk memastikan tidak ada pelanggaran pidana, sekaligus memastikan bahwa ruang publik ini tetap aman dan nyaman serta memberikan kemanfaatan kepada masyarakat secara luas,” ucap Hadi.
Hadi menjelaskan, GBK merupakan ruang publik yang bisa digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan, seperti olahraga, seni dan budaya, pameran, hingga kegiatan kenegaraan. Masyarakat juga boleh menggunakan kawasan GBK untuk kegiatan komunitas, termasuk kegiatan otomotif, selama tidak melanggar aturan.
Menurutnya, kegiatan seperti pameran atau transaksi jual beli produk otomotif juga diperbolehkan selama sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku. “Meskipun tidak didedikasikan khusus untuk kegiatan otomotif, publik dapat memanfaatkan GBK untuk melakukan kegiatan komunitas, ekshibisi, hingga transaksi jual beli produk otomotif sepanjang sesuai hukum dan regulasi,” ucapya.
PPK GBK pun mengajak masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa dan ikut menjaga keamanan serta kenyamanan kawasan GBK.#****
Kami DINAMIKANEWS.com akan selalu berkomitmen memberikan fakta, terpercaya bukan Rumor, dan berimbang. Mohon Dukungannya demi keberlanjutan Jurnalisme dengan menyajikan Fakta bukan Rumor dan nikmati kenyamanannya saat menikmati Berita Kami tanpa iklan melalui like, Share, Gabung dan ikuti terus Link Berita DINAMIKANEWS.com mulai dari sekarang.
Komentar0